Dr R Agus Trihatmoko: Fokus pada Perekonomian Dalam Negeri sebelum BUMN Go Global
Untuk tujuan termaksud, maka BUMN merupakan korporasi strategis bagi perekonomian nasional yang diharapkan berperan sebagai garda terdepan.
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Artinya, beberapa BUMN Indonesia pada core bisnis tetentunya terlambat atau tertinggal “kecolongan” mengelola sumber dan potensi ekonomi dalam negeri.
Kritikal poin berikutnya yaitu tentang kompetensi atau kinerja manajemen dan praktik good corporate governance bagi BUMN Indonesia yang memungkinkan belum sebaik seperti BUMN asing.
Selain dari pada hal tersebut, oleh karena sifat UU BUMN No. 19 Tahun 2003 telah memberikan celah liberalisasi cabang ekonomi strategis bagi pihak swasta dan asing.
“Ini wilayah ekonomi politik dan demokrasi ekonomi yang perdebatannya masih terbuka bagi para ahli ekonomi, menurut perpektif mereka masing-masing”.
Meskipun demikian, kritisi penting perlu diajukan yaitu untuk apakah BUMN Indonesia harus buru-buru mau ke luar negeri?
“Saya sependapat jika memang BUMN bidang energi untuk diarahkan go global, dan juga BUMN pada berbagai bidang usaha lainnya, tetapi jangan terburu-buru dulu”.
Sementara, pertahankan atau perkuat yang telah dilakukan oleh pemerintahan terdahulu.
Misalnya, Pertamina telah memiliki anak perusahaan di beberapa negara atas ladang minyak, Wijaya Karya telah mengerjakan proyek di beberapa negara, dan beberapa BUMN lainnya seperti BUMN di sektor perbankan.
BUMN bidang migas memang baik untuk menempuh strategi go global.
Pada saatnya go global diekspansi, tentu akan bermanfaat sebagai hulu pasokan kebutuhan minyak dalam negeri.
Implikasi positifnya, yaitu mempendek rantai pasokan dan unsur profit margin pada jalur distribusi atau perdagangan impornya.
Oleh karena dilakukan oleh unit perusahaan Pertamina sebagai hulu di luar negeri, atau itu bukan perusahaan pemasok perusahaan lainnya.
“Bahkan, kita berharap strategi tersebut mampu meredam mafia migas dan rente-rentenya”.
Pada sektor minyak dan juga gas memang sangat strategis bagi Pertamina didorong go global.
Mengingat, bahwa cadangan migas di perut bumi Indonesia sudah mulai menipis yang pada saatnya akan masuk fase kritis.