Terkini Daerah
Presiden Jokowi Dapat Pesan dari Para Murid di NTT: Internet Itu Apa? Hanya Tahu Nama saja
Siswa siswi di SDI Taga Laga Buru, Desa Golo Nderu, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, merasa kesulitan selama belajar dari rumah.
Editor: Claudia Noventa
Di desa itu hingga kini belum terjamah listrik dan sinyal internet.
Para siswa bingung cara mendapatkan ilmu pengetahuan.
Sementara para murid yang tinggal di perkotaan lebih mudah belajar, baik melalui daring ataupun dengan menonton TVRI.
• Viral Foto Jadul Pertemuan Pertama Jokowi dan Sri Mulyani, Mayor Haristanto Ungkap Fakta di Baliknya
Salah satu siswa SDI Taga laga Buru, Velisiana Sribunda Nogo menuturkan, pernah satu kali ia menonton berita di televisi dan melihat anak-anak kota belajar lewat ponsel pintar.
Mereka belajar daring melalui internet.

Di berita itu juga para siswa mempunyai ponsel sendiri pemberian orangtua.
"Kami di sini bingung itu internet apa, hanya tahu nama saja. Modelnya seperti apa tidak tahu. Bagaimana mau tahu, handphone kami tidak punya. Di sini juga listrik dan sinyal tidak ada," tutur Velisia ditemui Kompas.com saat belajar kelompok di rumah warga, Sabtu (18/7/2020).
• Temui Jokowi di Istana, Fahri Hamzah Unggah Foto Selfie sambil Beberkan Keluhan Presiden padanya
Velisia meminta kepada Presiden agar membawa listrik dan jaringan telepon juga internet ke Desa Golo Nderu.
"Kakak tolong sampaikan pesan saya kepada Bapak Presiden, kami di sini butuh listrik dan sinyal. Siapa tahu listrik dan sinyal sudah ada, orangtua kami bisa beli handphone," ungkap Velisia.
Harapan serupa juga disampaikan Velisia Efrsia Nuna.
Di rumahnya sangat sedikit sumber bacaan sehingga selama belajar dari rumah, ia terkadang bingung mau belajar apa.
"Kami dengar orang ngomong di kota anak sekolah belajar di televisi dan internet. Itu kami dengar saja. Kami di sini mau seperti itu, tetapi listrik dan jaringan internet tidak ada. Sinyal telepon saja susah," ungkap Velisia.
Saat malam tiba, penerangan hanya dibantu lampu pelita.
Kondisi itu pun sudah dianggap biasa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur Basilius Teto menjelaskan, selama Covid-19, para guru tetap mendampingi siswa dengan kunjungan ke rumah.