Terkini Internasional
Palestina Dihapus dari Google Maps juga Terjadi Tahun 2016, Taiwan juga Sempat Hilang dari Peta
Palestina menjadi perhatian dunia setelah Google Maps tak lagi mencantumkan negaranya.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Palestina menjadi perhatian dunia setelah Google Maps tak lagi mencantumkan negaranya.
Akibatnya, Google Maps mendapat sorotan tajam, lantaran dituding menghapus nama Palestina dari peta online-nya.
Usut punya usut, kasus ini ternyata bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya pada 2016 Google Maps juga sempat tersandung kasus yang sama.
• Tak Dituruti Beli Velg Motor, Anak Tega Habisi Ayah Kandungnya, Pelaku Tak Kabur dan Tunggu sang Ibu
Saat itu klaim digaungkan oleh sebuah kelompok jurnalis yang berbasis di Gaza.
Menurut mereka, nama Palestina dihapus sepenuhnya dari Google Maps dan memantik kemarahan besar para pembaca.
Belasan media Timur Tengah kemudian memberitakannya, lalu puluhan ribu orang membahasnya di Twitter.
"Forum Jurnalis Palestina mengecam kejahatan yang dilakukan oleh Google dalam menghapus nama Palestina, dan menyerukan agar Google membatalkan keputusannya serta meminta maaf kepada orang-orang Palestina."
Demikian bunyi pernyataan dari Forum Jurnalis Palestina pada 3 Agustus 2016, yang dikutip oleh The Washington Post.
"... Cara ini dirancang untuk memalsukan sejarah, geografi, dan juga hak rakyat Palestina untuk tanah air mereka, dan (adalah) upaya yang gagal untuk merusak ingatan orang-orang Palestina dan Arab serta dunia," lanjutnya.
Namun Washington Post memberitakan lebih lanjut, Google Maps tidak menghapus nama Palestina pada 25 Juli seperti yang diklaim Forum Jurnalis.
• Suami Jual Istri Usia 51 Tahun ke Pria Hidung Belang, Tarif Rp 400 Ribu Sekali Kencan
Tampilan peta secara default adalah wilayah yang dibatasi tapi tidak berlabel, yang membentang dari Hebron di selatan ke Jenin di utara, dan dari Yerusalem ke perbatasan Yordania.
Lalu jika diklik kota di wilayah itu, Google akan menandainya sebagai Palestina, dan Knowledge Box dari Wikipedia akan muncul, menggambarkan Palestina sebagai "negara berdaulat de jure".
Istilah itu mulai berlaku sejak 2013 ketika Google mengikuti langkah PBB, untuk mengubah nama ke "Palestina" dari "wilayah Palestina".
Akibat sengketa ini, beberapa warga Palestina beralih memakai Microsoft Bing Maps karena ada nama Palestina sebagai tempat tersendiri.