Breaking News:

Terkini Daerah

Pesan Berantai di Whatsapp soal Tilangan Masker Denda hingga Rp 150 Ribu, Khofifah: Hoax Parah

Beredar pesan berantai via Whatsapp yang menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah Jawa Timur akan mengadakan operasi penilangan di sejumlah tempat.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
instagram/@khofifah.ip
Beredar pesan berantai via Whatsapp yang menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah Jawa Timur akan mengadakan operasi penilangan di sejumlah tempat. Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa angkat bicara pada Jumat (17/7/2020) 

TRIBUNWOW.COM - Beredar pesan berantai via Whatsapp yang menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah Jawa Timur akan mengadakan operasi penilangan di sejumlah tempat.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa angkat bicara.

Melalui akun resmi Instagramnya @khofifah.ip pada Jumat (17/7/2020), Khofifah dengan tegas menyatakan bahwa pesan berantai tersebut tidak benar atau hoaks.

Khofifah saat mendampingi Jokowi berkunjung ke Jatim, Kamis (25/6/2020)
Khofifah saat mendampingi Jokowi berkunjung ke Jatim, Kamis (25/6/2020) (Instagram @khofifah.ip)

Khofifah Kabarkan Kondisinya Baik dan Tak Ikut dalam Rombongan Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertosono

Di dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa Khofifah bersama Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur akan mendenda orang yang tidak memakai masker sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.

Selain itu dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa uang hasil denda akan dimasukkan ke kas daerah.

Khofifah menjawab bahwa semua pesan itu adalah tidak benar.

Ia mengaku, tak pernah memerintahkan bawahannya untuk melalukan operasi penilangan masker.

Khofifah kini bertanya-tanya siapa yang sebenarnya membuat kabar bohong tersebut.

"Saya pastikan pesan berantai ini Hoax Parah. Saya tidak pernah menginstruksikan seperti pesan diatas. Ada yang tahu siapa pembuat dan penyebarnya?" tulis Khofifah.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa angkat bicara.  Melalui akun resmi Instagramnya @khofifah.ip pada Jumat (17/7/2020),
Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa angkat bicara. Melalui akun resmi Instagramnya @khofifah.ip pada Jumat (17/7/2020), (Instagram @khofifah.ip)

Khofifah Tanggapi Emak-emak Viral di Tiktok

 Sempat viral sebuah video Tiktok yang menampilkan tiga orang wanita menari diiringi lagu India di tengah Jembatan Suramadu, Jawa Timur.

Video itu sontak viral di media sosial pada Kamis (2/7/2020) lalu dan menuai kecaman dari berbagai pihak lantaran dinilai membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut memperingatkan agar tidak ada lagi orang yang melakukan aksi berbahaya hanya demi konten Tiktok semata.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menanggapi 3 wanita bermain Tiktok menari India di Jembatan Suramadu, diunggah lewat Instagram/@khofifah.ip, Sabtu (4/7/2020).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menanggapi 3 wanita bermain Tiktok menari India di Jembatan Suramadu, diunggah lewat Instagram/@khofifah.ip, Sabtu (4/7/2020). (Instagram/@khofifah.ip)

 Emak-emak yang Tiktok-an di Jembatan Suramadu Kini Dicari Polisi, Disuruh Minta Maaf pada Masyarakat

 VIRAL Video 3 Wanita Main TikTok Menari India di Jembatan Suramadu, Polisi: Jelas Membahayakan

Dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Khofifah, @khofifah.ip, Sabtu (4/7/2020), pada unggahan itu ia menyertakan sebuah video yang menampilkan tiga wanita itu menari.

Halaman
12
Tags:
Khofifah Indar ParawansaBerita HoaksMasker
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved