Terkini Internasional
Kisah Sulasih, Pekerja Asal Demak Disiksa Majikan di Jeddah, Tangan Disetrika, Mata Disiram Klorin
Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) kembali menjadi korban penyiksaan oleh majikan di negeri orang.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) kembali menjadi korban penyiksaan oleh majikan di negeri orang.
Kali ini, hal memilukan itu dialami oleh Sulasi, wanita asal Demak, Jawa Tengah, yang bekerja di Jeddah, Arab Saudi.
Tangan Sulasih disetrika, tak hanya itu, matanya juga disiram air klorin, yang menyebabkan biru-biru dan sulit dibuka.
Kini, Sulasih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi akibat luka-luka yang dideritanya.
• Kronologi 3 TKI dari Malaysia Pulang ke Indonesia dengan Jalan Kaki Jelajah Hutan hingga Kini Hilang
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Eko Hartono menceritakan, wajah Sulasih bengkak seperti bekas dipukuli.
Kemaluan korban juga diinjak oleh majikan perempuannya, yang merupakan istri dari seorang perwira muda imigrasi di Jeddah.
"Jadi memang keterlaluan dan sangat memprihatinkan juga penyiksaan oleh majikan perempuannya," kata Eko Hartono, kepada wartawan BBC News Indonesia, Raja Eben Lumbanrau, melalui percakapan telepon, Selasa (14/07).
Namun saat ini kondisi Sulasih "sudah sedikit membaik, sadar dan lebih lancar berkomunikasi," katanya.
"Jelas itu penyiksaan kalau melihat memar dan lebam di hampr sekujur tubuh," tambahnya lagi.
Kabar bahwa Sulasih dirawat di rumah di Saudi diketahui dari anaknya, Anggi, yang telah meminta bantuan KJRI di Jeddah dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) di kota tersebut.
"Berdasarkan keterangan Anggi, kondisi Sulasih penuh dengan luka, kepala sepertinya dibenturkan dengan benda keras, telinga bengkak dan kedua tanganya ada bekas strika," kata Roland Kamal dari SBMI Jeddah.
Anggi, menurut SBMI, meminta KJRI Jeddah memberikan perlindungan agar ibunya mendapatkan perawatan dan bisa di pulangkan setelah hak-haknya sebagai korban dipenuhi.
Roland Kamal mengatakan Sulasih masuk ke Saudi bukan sebagai tenaga kerja namun dengan visa ziarah dan berangkat pada November tahun lalu.
• Pengakuan Surani, TKW Sragen Disiksa Majikan di Arab Saudi: Kalau Belum Pingsan Tak Dikasih Makan
"Kerja baru dua bulan sudah dapat perlakuan tidak enak dari majikan wanita, di waktu itu ibu Sulasih masih pegang telepon seluler, selang satu bulan sudah hilang kontak dengan keluarga, dan baru menghubungi keluarga lebaran hari pertama. Itu pun didampingi majikan perempuannya dan waktu dibatasi, sampai ada kabar ini," kata Roland mengutip informasi dari Anggi, putra Sulasih.
SBMI mengatakan jika memang Sulasih masuk dengan visa ziarah, maka ini adalah pelanggaran, dan pelakunya (yang bertanggung jawab mengirimkan ke Saudi) harus bertanggung jawab.