Virus Corona

Ancaman Bupati Tangerang bagi Sekolah yang Nekat Gelar Belajar Tatap Muka

Meningkatnya Virus Corona membuat seluruh sekolah di Tangerang tak boleh melakukan kegiatan belajar mengajar (KMB) secara tatap muka.

Tribunnews/JEPRIMA
Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti pelajaran di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sunter Agung 09, Jakarta Utara, Rabu (4/3/2020). Seluruh siswa SDN Sunter Agung 09 dihimbau mengenakan masker oleh pihak kepala sekolah karena penyebaran virus corona sekaligus mengurangi resiko tertular. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNWOW.COM - Meningkatnya Virus Corona membuat seluruh sekolah di Tangerang tak boleh melakukan kegiatan belajar mengajar (KMB) secara tatap muka.

Bahkan, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memberikan ancaman, bagi sekolah yang nekat tak melakukan KMB secara daring.

Diketahui, Kabupaten Tangerang saat ini masih berstatus zona kuning Covid-19.

Studi Mengatakan Kekebalan Pasien pada Virus Corona akan Hilang dalam Beberapa Bulan

Bila ditemukan ada sekolah yang nekat melaksanakan kegiatan belajar tatap muka, Zaki mengancam akan memberi sanksi berupa teguran hingga pencopotan kepala sekolah.

“Bila ditemukan sekolah yang tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, maka sekolah tersebut akan kita tinjau izin operasionalnya."

"Dan bila sekolah negeri melaksanakan, maka kita tinjau SK pengangkatan sebagai kepala sekolah,” kata Zaki melalui keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (14/7/2020).

Tahun ajaran baru di Kabupaten Tangerang dimulai serentak pada 13 Juli 2020. Seluruh kegiatan, termasuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kata Zaki, dilaksanakan melalui metode daring.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Syaifullah menjelaskan, pelaksanaan KBM telah diatur melalui keputusan bersama (SKB) empat menteri, yakni Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri sebagai panduan pelaksanaan pendidikan di daerah.

Momen Jokowi Tolak Laporan Menteri saat Rapat Bahas Lonjakan Kasus Virus Corona

“Berdasarkan kalender tahun ajaran baru, betul tanggal 13 Juli 2020 sebagai KBM. Tetapi karena ada SKB empat menteri sebagai panduan pembelajaran tahun ajaran baru di masa pandemi Covid-19, maka sekolah tidak diperbolehkan KBM termasuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS tatap muka tetapi secara online,” kata Syaifullah.

Terkait pendaftaran ulang secara langsung, Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 di Wilayah Kabupaten Tangerang dilaksanakan selama tiga hari mulai dari tanggal 13 s.d 15 Juli 2020, dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

(Kompas.com/Acep Nazmudin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bupati Tangerang Ancam Beri Sanksi Sekolah yang Gelar Belajar Tatap Muka"

Ikuti kami di
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved