Breaking News:

Terkini Daerah

Tak Ambil Pusing Dibilang Lebay soal Aksi Sujud ke Dokter, Risma: Saya Enggak Terima Staf Disalahkan

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan tanggapannya terkait aksi sujud dan menangisnya di hadapan dokter.

surya.co.id/nuraini faiq
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendadak bersujud di hadapan dokter spesialis paru di halaman Balai Kota Surabaya, Senin (29/6/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Beberapa waktu lalu publik sempat dikejutkan dengan aksi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang bersujud dan menangis di hadapan seorang dokter.

Kini Risma pun angkat bicara dan menanggapi terkait aksinya itu.

Dikutip Tribunnews dari KompasTv, Jumat (3/7/2020), Risma mengaku tak ambil pusing dengan berbagai komentar negatif yang ditujukan padanya.

Momen ketika Risma dan Terawan Sidak ke Pasar Genteng Surabaya Pakai Pengeras Suara: Ayo Jaga Jarak

Bukan Drama, Pakar Komunikasi Sebut Sikap Sujud Risma sebagai Kemarahan Luar Biasa: Saya Ngalah

Dengan tegas Risma mengatakan, dirinya bukanlah orang yang bisa berpura-pura.

Termasuk, sikap sujudnya adalah bentuk ekspresi dari apa yang sebenarnya dia rasakan saat itu.

Ia bahkan mengatakan tak masalah dibilang berlebihan.

"Jadi kalau ada yang mau mengatakan Bu Risma lebay atau apa, terserahlah," ujar Risma.

Lebih lanjut Risma menjelaskan, sikap sujudnya saat itu dilakukan karena dirinya tidak terima stafnya disalahkan.

Staf Risma dituding tidak bisa berkomunikasi dan berkoordinasi soal rumah sakit yang penuh.

"Saya saat itu enggak mau staf saya disalahkan, saya nggak terima kalau staf saya disalahkan," ungkap Risma.

Sebut Risma Stres Hadapi Covid-19, Pakar Komunikasi Singgung Gesekan dengan Jatim: Sejarah Lama

Ditanya soal Warga Surabaya Bandel, Risma Komentari Penelitian Unair: Coba Dicek Lagi, untuk Mana?

Ia menyebut, ia dan para stafnya sudah bekerja keras dalam menangani Covid-19 di Surabaya.

Oleh sebab itu, Risma tak ingin stafnya ikut disalahkan.

"Gimana mungkin saya itu di dalam sudah habis-habisan mereka, bahkan mohon maaf kadang sepatu saja melayang,"

"Jadi kan kasihan mereka kalau masih disalahkan orang, sudahlah saya yang disalahkan, sudah kalau perlu saya dipotong lehernya, siap saya," kata dia.

Lantaran hal itu, Risma memilih tak mempedulikan komentar orang terkait dengan aksi sujudnya.

Yang terpenting baginya adalah terus bekerja keras untuk menekan penyebaran Covid-19 di Surabaya.

"Tuhan maha tahu, Tuhan maha mengerti apa yang saya lakukan itu benar atau tidak, Tuhan maha mengerti apakah saya bohong atau tidak, Tuhan maha tahu apa yang di dalam hati saya, apa yang ada dipikiran saya."

"Bagi saya konsentrasi saya adalah warga saya yang sakit, saya tidak mau ada kejadian, ada anak menjadi yatim atau yatim piatu karena itu saya butuh konsentrasi khusus untuk ini," ungkap Risma. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Soal Risma Sujud dan Menangis di Hadapan Dokter: Mau Mengatakan Lebay Terserah, Tuhan Maha Tahu!

Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved