Kabinet Jokowi

Kinerja Menteri Meningkat setelah 'Dicambuk' oleh Jokowi, Moeldoko: Yang Tadinya 10 Jadi 100

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan ada perbedaan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) marahi kabinetnya.

Tribunnews.com/ Rina Ayu
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2019). Terbaru, Moeldoko mengatakan ada perbedaan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) marahi kabinetnya. 

TRIBUNWOW.COM - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan ada perbedaan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) marahi kabinetnya.

Moeldoko mengatakan, kinerja para menteri telah meningkat signifikan setelah diancam reshuffle oleh Jokowi.

Menurut Moeldoko, kerja para menteri semakin cepat untuk memenuhi target yang telah ditentukan oleh Presiden.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung anggaran Kemenkes yang belum dipakai untuk penanganan Covid-19, dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Kamis (18/6/2020), ditayangkan Minggu (28/6/2020).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung anggaran Kemenkes yang belum dipakai untuk penanganan Covid-19, dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Kamis (18/6/2020), ditayangkan Minggu (28/6/2020). (Capture YouTube Sekretariat Presiden)

Modus Dukun di Bandung Barat Perkosa Gadis 15 Tahun, Ngaku Gunakan Jampi-jampi untuk Pikat Korban

"Alhamdulillah sudah ada perkembangan cukup signifikan setelah dicambuk kemarin. Pasti semangat. Yang tadinya kecepatan 10 mungkin sekarang sudah 100," kata Moeldoko dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (2/7/2020).

Moeldoko menuturkan, para menteri langsung mengintrospeksi kinerja masing-masing, begitu ditegur Presiden saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, pada Kamis (18/6/2020).

Para menteri pun tak sibuk mencari alasan dan pembelaan, sehingga fokus memperbaiki kinerja masing-masing.

"Lebih pada masing-masing menteri introspeksi diri. Semuanya melakukan introspeksi atas kinerja masing-masing. Itu yang lebih diutamakan. Bukan membela diri, bukan mencari excuse," ujar Moeldoko.

"Sebenarnya yang dilakukan para menteri ialah bagaimana melakukan koreksi ke dalam. Perbaikan sistem dan metode. Bagaimana mencari terobosan-terobosan baru sehingga semuanya berjalan dengan efektif dan efisien. Itu yang benar-benar diinginkan Presiden," lanjut mantan Panglima TNI itu.

Ayu Ting Ting Minta Sule Jadi MC di Acaranya, Kaget Dengar Nominal yang Diberikan: Kemurahaan?

Presiden Jokowi sebelumnya menyampaikan ancaman reshuffle kabinet di hadapan para menterinya, saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada 18 Juni 2020 silam.

Informasi ini baru terungkap dalam video yang ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6/2020).

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved