Terkini Daerah

Edy Rahmayadi Kaget Ditelepon Tito Karnavian: Selama Ini Pak Menteri Diundang Tak Pernah Datang

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Eddy Rahmayadi mengaku lima hari yang lalu kaget karena malam-malam dihubungi oleh Mendagri Tito Karnavian.

KOMPAS.com/DEWANTORO
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan keterangan kepada awak media usai Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Hotel Grand Aston Medan, pada Jumat (3/7/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengaku lima hari yang lalu kaget karena malam-malam dihubungi oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Edy merasa aneh, sebab selama ini, Menteri Tito jika diundang pun tidak datang.

Ternyata Tito sengaja telepon malam-malam untuk mengabarkan akan datang ke Medan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan sesuatu kepada wartawan usai Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Hotel Grand Aston Medan. Di sebelahnya, Gubernur Sumut Eddy Rahmayadi.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan sesuatu kepada wartawan usai Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Hotel Grand Aston Medan. Di sebelahnya, Gubernur Sumut Eddy Rahmayadi. (KOMPAS.com/DEWANTORO)

Kedatangannya untuk membahas pilkada serentak di Sumut.

Juga, untuk membahas rapor merah Sumut terkait anggaran pemilihan kepala daerah.

Kejadian itu diceritakan Edy dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Pelaskanaan Pilkada Serentak tahun 2020 di Provinsi Sumatera Utara, Jumat (3/7/2020) di Hotel Grand Aston, Medan.

Bahas Pilkada, Tito Karnavian: Kalau Kepala Daerah Tak Efektif Tangani Covid-19, Jangan Dipilih Lagi

Rapat itu dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dan Mendagri Tito Karnavian.

“(Tito telepon) Bang, saya akan datang ke Medan. Kaget juga saya, ada apa Pak Menteri? Karena, selama ini Pak Menteri diundang tak pernah datang? Kok sekarang mau datang. Karena beliau kan tidak Kapolri lagi. Kalau tempo hari Kapolri datang, oh ada apa ini?” cerita Edy.

Menurutnya, saat itu, Tito menjelaskan bahwa di Sumut rapornya merah semua, sama dengan Papua.

Edy saat itu mengatakan bahwa tidak boleh sama dengan Papua.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved