Breaking News:

Terkini Nasional

Anggap Jokowi Berhak Geram sampai Ancam Reshuffle, Adian Napitupulu: Kalau Tidak Marah, Lucu

Politisi PDIP Adian Napitupulu turut menanggapi kejengkelan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Ananda Putri Octaviani
Tribunnews.com/ Gita Irawan
Politisi Adian Napitupulu seusai diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Minggu (19/1/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Politisi PDIP Adian Napitupulu turut menanggapi kejengkelan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Kamis (18/6/2020) lalu.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan saat diundang dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Malam di TvOne, Senin (29/6/2020).

Dalam pidato tersebut, Jokowi mengungkapkan kejengkelannya dengan kinerja para menteri yang dianggap belum maksimal menangani pandemi Covid-19.

Politisi PDIP Adian Napitupulu menyebutkan Jokowi berhak marah dengan para menterinya, dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, Senin (29/6/2020).
Politisi PDIP Adian Napitupulu menyebutkan Jokowi berhak marah dengan para menterinya, dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, Senin (29/6/2020). (Capture YouTube Apa Kabar Indonesia TvOne)

Jubir PKS Sebut Jokowi Cuci Tangan dengan Reshuffle, Ali Ngabalin: Persepsi yang Terlalu Jauh

Jokowi juga melontarkan ancaman kemungkinan akan merombak kabinet (reshuffle) bahkan membubarkan lembaga.

Awalnya, Adian menyoroti bagaimana Jokowi menegaskan tanggung jawab pemerintah terhadap ratusan juta masyarakat Indonesia.

Ia menilai Kepala Negara seharusnya kesal dengan situasi saat ini.

"Kalau saya pikir ketika dia berkali-kali mengatakan 260 juta jiwa, 260 juta jiwa, memang dia wajib kesal," kata Adian Napitupulu.

Adian merasa hal itu perlu mengingat tanggung jawab pemerintah terhadap rakyat.

Menurut Adian, justru tidak wajar jika presiden tidak marah dalam situasi krisis ini.

"Dia harus marah, dia harus kesal, dia harus kecewa. Kenapa? Dia bertanggung jawab untuk 260 juta nyawa," papar Adian.

"Artinya kalau dia tidak marah, lucu menurut saya," tegasnya.

Adian lalu menyinggung ajakan Jokowi kepada para menterinya dalam arahan tersebut.

Jokowi meminta jajarannya memiliki perasaan yang sama dalam situasi krisis Covid-19.

"Dia mengajak, yuk kita punya perasaan yang sama terhadap hal ini," kata Adian.

Adian menduga Jokowi merasa para menterinya belum memiliki visi yang sama dalam menangani pandemi.

"Dalam prosesnya mungkin dia melihat seperti itu," lanjut anggota DPR Fraksi PDIP ini.

Meskipun begitu, Adian melihat kesimpulan lain dari kemarahan Jokowi.

Analis Politik Hendri Satrio Acungi Jempol Sikap Tegas Jokowi: Bentuk Leadership yang Luar Biasa

Menurut Adian, Jokowi ingin menunjukkan kesungguhannya menangani situasi pandemi.

"Tapi yang penting bukan menilai itu, tapi bahwa dia menyampaikan kesungguhan dia," papar Adian.

"Yuk kita sama-sama kerja keras. Tidak untuk saya, tidak untuk keluarga saya, tapi untuk 260 juta jiwa rakyat," lanjutnya.

Adian merasa Jokowi berhak merasa kesal dengan para menterinya ini.

"Saya bilang dia sudah sangat tegas," kata Adian.

"Apakah dia berhak marah? Dia berhak marah," lanjutnya.

Ia membenarkan dugaan kinerja menteri memang kurang tanggap untuk situasi ini.

Menurut Adian, hal itu yang memicu kejengkelan Jokowi.

"Pasti ada yang salah, kalau benar semua tidak mungkin seperti itu," jelas dia.

Buat Arya Sinulingga Tertawa, Adian Napitupulu Soroti Stafsus Milenial BUMN: Ya Ampun Tolong Dong

Lihat videonya mulai menit 1:40

Jubir PKS Sebut Jokowi 'Cuci Tangan' dengan Ancam Reshuffle

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Ngabalin menilai banyak persepsi yang muncul karena ancaman perombakan kabinet (reshuffle) yang dilontarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan saat menanggapi Juru Bicara DPP PKS M Kholid dalam acara Dua Arah di Kompas TV, Senin (29/6/2020).

Sebelumnya Jokowi menyebutkan akan membuka opsi reshuffle dalam pidato arahan di Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020).

 Yakini akan Ada Reshuffle terhadap Menteri, Analis Politik: Jokowi Ini Kerasukan Rakyat

Dalam pidato tersebut, Jokowi mengecam kinerja menterinya yang dinilai kurang tanggap menangani pandemi Virus Corona (Covid-19).

M Kholid menilai sikap Jokowi yang mengancam akan melakukan reshuffle hanya langkah politik.

"Kalau kita melihat ini hanya semacam politik cuci tangan. Bukan politik turun tangan," kata M Kholid.

Menurut Kholid, presiden seharusnya sudah memahami rekam jejak setiap menterinya saat pembentukan kabinet.

Ia menilai kritik presiden saat ini justru berbalik menjadi evaluasi bagi Jokowi sendiri.

Tenaga Ahli Utama KSP Ali Ngabalin (kanan) menilai persepsi Jubir DPP PKS M Kholid (kiri) tentang reshuffle dapat menyesatkan, dalam acara Dua Arah, Senin (29/6/2020).
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Ngabalin (kanan) menilai persepsi Jubir DPP PKS M Kholid (kiri) tentang reshuffle dapat menyesatkan, dalam acara Dua Arah, Senin (29/6/2020). (Capture YouTube Kompas TV)

"Artinya ketika beliau mengkritik seperti itu, maka sebenarnya mengevaluasi diri beliau sendiri," paparnya.

Kholid kemudian memberikan gambaran seorang pemimpin yang baik akan memberikan atribusi kepada timnya saat sukses.

Sementara itu jika terjadi kegagalan, pemimpin seharusnya mengevaluasi kepemimpinannya.

Kholid menyebutkan Jokowi tampak seperti melemparkan kesalahan kepada bawahannya.

 Analis Politik Hendri Satrio Acungi Jempol Sikap Tegas Jokowi: Bentuk Leadership yang Luar Biasa

Ia bahkan menilai kegeraman Jokowi hanya sebagai narasi yang sengaja dibangun.

"Ini adalah narasi yang dibangun Bapak Presiden. Atribusi kesalahan atau atribusi kegagalan yang harusnya ada di pundak presiden menjadi burden sharing," jelas Kholid.

Ali Ngabalin kemudian menanggapi pendapat Kholid.

Menurut dia, terlalu jauh kesimpulan yang disampaikan Jubir PKS tersebut.

Ia menyebutkan persepsi tersebut dapat menyesatkan.

"Kalau Kholid bilang begitu, artinya enggak bisa memaknai ini masuk dalam persepsi-persepsi yang menyesatkan publik. Enggak usah terlalu jauh," jawab Ali Ngabalin.

Menurut Ngabalin, wajar jika Jokowi menegur para menterinya dalam situasi krisis saat ini.

"Sebagai seorang pemimpin, sebagai kepala negara, mendorong para menteri dan lembaga tentu saja dalam situasi seperti ini," jelas Ngabalin.

"Artinya selama ini chemistry yang sama. Kementerian dan lembaga bekerja sekeras mungkin memberikan pandangan," tambahnya. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)

Tags:
JokowireshuffleAdian Napitupulu
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved