Breaking News:

Kabar Tokoh

Selamatkan Nyawa atau Ekonomi di Tengah Pandemi? Ini Jawaban Luhut Binsar Pandjaitan

Luhut Binsar Pandjaitan menjawab soal pilihan antara menyelematkan ekonomi atau menyelamatkan nyawa masyarakat di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Instagram@luhut.pandjaitan
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjawab soal selamatkan nyawa atau ekonomi di tengah pandemi. 

TRIBUNWOW.COM - Ketika suatu negara menghadapi pandemi Virus Corona (Covid-19) sering muncul pembicaraan manakah yang harus diutamakan oleh negara, nyawa atau ekonomi.

Pembicaraan tersebut juga muncul di tengah masyarakat Indonesia yang saat ini masih melawan pandemi Covid-19.

Menjawab pilihan tersebut, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memilih untuk menyelamatkan keduanya.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjawab soal selamatkan nyawa atau ekonomi di tengah pandemi.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjawab soal selamatkan nyawa atau ekonomi di tengah pandemi. (Instagram@luhut.pandjaitan)

Debat dengan Djamester Simarmata soal Utang Negara, Luhut: Saya Senang Adu Argumentasi secara Ilmiah

Dikutip dari unggahan akun Instagram resminya, @luhut.pandjaitan, Jumat (26/6/2020), Luhut beralasan keduanya bisa diselamatkan secara beriringan.

Menurut Luhut memulihkan perekonomian negara sama halnya dengan menyelamatkan kehidupan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Memulihkan ekonomi sama dengan memulihkan harapan hidup masyarakat di tengah pandemi yang masih kita hadapi hari ini," tulis Luhut.

"Karena itu, sebagai bagian dari pemerintah Indonesia saya berpikir bahwa pemulihan ekonomi nasional memang harus berjalan," sambungnya.

Luhut kemudian memaparkan apa cara yang diperlukan untuk memulihkan perekonomian di Indonesia.

Ia kemudian menyebutkan pemulihan sektor pariwisata sebagai satu cara untuk memuhlihkan perekonomian negara.

"Salah satunya melalui revitalisasi sektor pariwisata yang menyumbang pemasukan devisa cukup besar bagi negara serta membuka banyak lapangan kerja bagi warga sekitarnya," papar Luhut.

"Saya sampaikan keinginan saya kepada K/L terkait agar lebih fokus memperbaiki dan merevitalisasi lima destinasi wisata super prioritas, yaitu Borobudur, Labuan Bajo, Danau Toba, Likupang dan Mandalika," tambah dia.

Luhut lalu menyinggung soal masukan dari desa-desa yang bersangkutan tentang peningkatan fasilitas penunjang pariwisata.

"Saya juga memfasilitasi aspirasi desa-desa terkait pengembangan wisata di sekitarnya."

"Pendekatan ini dilakukan untuk mendistribusikan manfaat ekonomi di wilayah yang lebih luas, memperluas aksesibilitas ke destinasi pariwisata utama, hingga meningkatkan jangkauan penawaran produk pariwisata dengan tetap wajib menjalankan protokol kesehatan."

Di tengah situasi pandemi, Luhut kembali menekankan bahwa protokol kesehatan sangat penting untuk diperhatikan agar para wisatawan dapat merasa nyamandan aman di tempat wisata.

"Pariwisata adalah sektor yang sangat bergantung pada kepercayaan wisatawan domestik maupun internasional dalam memberikan rasa aman, sehat dan nyaman."

"Oleh karena itu, protokol kesehatan harus dilaksanakan secara sempurna agar kepercayaan dari para wisatawan bisa tumbuh lagi meskipun target pasar kita saat ini masih kepada wisatawan domestik saja."

Terakhir, Luhut mengungkapkan untuk saat ini dirinya akan lebih berfokus untuk meningkatkan fasilitas di tempat pariwisata dibanding meningkatkan promosi.

"Saya juga memahami bahwa setiap destinasi wisata membutuhkan promosi untuk memikat para turis agar datang berkunjung."

"Namun saat ini saya memilih untuk lebih mempercantik destinasi wisata kita ini lewat pemeliharaan kebersihan lingkungan, infrastruktur penunjang akses, juga pemberdayaan warga masyarakat sekitarnya."

"Sehingga ketiganya bisa bersinergi menjadi sebuah paket lengkap sebuah destinasi wisata yang menggoda setiap wisatawan untuk datang berkunjung dan mengeksplorasi keindahan alam Indonesia yang tak hanya indah panoramanya, namun juga menarik pengalamannya," tandasnya.

Tanggapi Nyinyiran soal Investasi China di Indonesia, Luhut: Suka Tidak Suka Tiongkok Kekuatan Dunia

Luhut: Suka Tidak Suka Tiongkok Kekuatan Dunia

Sebelumnya diberitakan, Luhut pernah menyebutkan bahwa China memiliki kekuatan besar pada dunia, Jumat (5/6/2020).

Ia mengatakan bahwa negara tersebut berpengaruh pada perekonomian secara global sebesar 18 persen, tak jauh bedanya dengan Amerika Serikat.

Oleh karenanya, ia mengimbau agar masyarakat tidak menanggapi investasi dari Negeri Tirai Bambu tersebut dengan negatif.

Hal ini disampaikannya dalam sebuah diskusi secara virtual yang diselenggarakan di Jakarta.

 Luhut Pandjaitan Sebut Hilirisasi Minerba Bisa Pulihkan Ekonomi Pasca-pandemi, Siapkan 500 TKA China

Dilansir Kompas.com, Sabtu (6/6/2020), awalnya Luhut membahas mengenai perjanjian investasi dari negara lain ke Indonesia.

Beberapa diantaranya adalah Arab Saudi, Australia, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Ia menuturkan bahwa kesepakatan tersebut tidak akan batal meskipun seluruh negara tersebut tengah menghadapi pandemi Virus Corona.

Namun ia mengatakan bahwa ada sejumlah hambatan dalam melaksanakan perjanjian tersebut.

Ia lalu menjawab terkait isu negatif yang beredar akibat adanya investasi China di Indonesia.

Luhut menerangkan bahwa China saat ini merupakan negara yang memiliki pengaruh besar pada perekonomian dunia.

Hampir setara dengan Amerika Serikat yang memiliki pengaruh hingga 25 persen terhadap ekonomi global.

Oleh karenanya, meskipun ada pihak yang tidak menyukai China, namun kekuatannya tersebut tidak bisa diabaikan.

"Ekonomi Tiongkok ini hampir 18 persen berpengaruh kepada ekonomi global. Amerika pengaruhnya 25 persen. Jadi, Anda suka tidak suka, senang tidak senang, bilang apa pun Tiongkok ini merupakan kekuatan dunia yang tidak bisa diabaikan," terang Luhut, Jumat (5/6/2020).

Luhut mengajak agar seluruh pihak untuk berpikiran terbuka, karena dalam undang-undang, Indonesia merupakan negara yang harus aktif menjalin kerjasama dengan negara lain.

Terutama dalam berpartisipasi demi memperkuat perekonomian Indonesia ke depannya.

"Kita juga jangan berpikiran terlalu sempit. Karena UUD 45 menyatakan kita bebas aktif. Jadi kita harus bisa berhubungan ke semua negara dunia untuk membuat kita ini kuat," lanjutnya.

Oleh karenanya, masyarakat Indonesia tidak boleh menaruh sentimen kepada satu negara, dalam hal ini China, dan harus bisa bekerjasama dengan negara mana pun.

"Jadi, tidak boleh kita memusuhi satu negara, dan juga enggak ada alasan kita bermusuhan," kata Luhut.

Ungkapan tersebut dilontarkannya untuk membalas ujaran negatif tentang investor China yang sering membawa tenaga kerja dari negaranya.

Banyak pihak menolak hal tersebut karena dianggap akan mengancam lapangan kerja tenaga lokal.

Namun Luhut mengatakan bahwa China telah banyak berinvestasi dan membantu meningkatkan perekonomian di Indonesia.

Ia juga menyatakan bahwa pihak China tidak pernah melanggar aturan investasi termasuk terkait dengan tenaga kerja yang didatangkan dari negara tersebut. (TribunWow.com/Anung/Via)

Sebagian artikel ini merupakan olahan dari Kompas.com dengan judul "Banyak yang Nyinyir soal Investasi China di RI, Ini Respons Luhut" dan "Luhut: Suka Tidak Suka, China merupakan Kekuatan Dunia..."

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Luhut Binsar PandjaitanVirus CoronaCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved