Breaking News:

Kasus Korupsi

Setelah Ungkap Kasus Kredit Macet Rp 149 Miliar, Penyidik Kejati NTT Kini Dapat Ancaman

Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yulianto, mengungkap adanya ancaman dari orang tak dikenal kepada pihaknya.

Editor: Lailatun Niqmah
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kajati NTT Dr. Yulianto didampingi pejabat dan tim penyidik kasus Korupsi Kredit Bank NTT Cabang Surabaya saat jumpa pers pada Rabu (24/6) siang. 

TRIBUNWOW.COM - Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yulianto, mengungkap adanya ancaman dari orang tak dikenal kepada pihaknya, seusai stafnya menggungkap kasus kredit macet senilai Rp 149 miliar Bank NTT Cabang Surabaya.

Hal itu disampaikan Yulianto, saat menggelar jumpa pers di Kantor Kejaksaan Tinggi NTT, Kamis (25/6/2020) siang.

Yulianto menyebut, ancaman terhadap bawahannya itu melalui surat terbuka yang dikirim ke kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.

Abu Rara Penusuk Wiranto Divonis 12 Tahun Penjara: Saya Terima Tanpa Celah

Mengaku Kapolsek, Pelajar SMA di Jambi Ini Tipu seorang Profesor hingga Ratusan Juta dari Dalam Sel

"Ancaman itu datang dari oknum yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan tertentu terkait kasus korupsi yang tengah ditangani oleh penyidik Kejati NTT," ungkap dia.

Yulianto pun enggan menyampaikan secara detail, siapa oknum yang mengancam jaksa tersebut.

“Ini terkait kasus yang sedang kami tangani. Soal siapa oknum yang mengancam, biar menjadi konsumsi sendiri Kejati NTT,” ujar Yulianto.

Yulianto siap bertanggung jawab penuh atas penanganan perkara kredit macet pada Bank NTT Cabang Surabaya.

“Lokusnya memang ada di Surabaya, tetapi saya tegaskan pada siapapun, pengendali perkara ini adalah saya, yang memerintah adalah saya, soal lokus, itu adalah kompetensi relatif dan saya yang bertanggungjawab penuh," beber dia.

Yulianto menuturkan, dalam kasus itu, pihaknya telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka yakni YRS, SK, SS, LML, WK, MR dan IN. Dari tujuh orang tersebut, dua di antaranya telah ditahan jaksa yakni YRS dan SK.

Keberadaan Nus Kei saat Rumahnya Diserang Terungkap, Terburu-buru hingga Tak Sempat Pakai Baju

Dia menyebut, dalam kasus itu total kredit diajukan oleh tujuh orang tersebut sebesar Rp149 miliar.

Dari jumlah itu, Rp 126 miliar merupakan kredit macet.

Yulianto menyebut, berdasarkan estimasi kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp 126 miliar.

“Estimasi kerugian negara sementara mencapai Rp 126 miliar dari Rp 149 miliar yang diajukan kredit modal kerja dan kredit investasi," ungkap dia.

(Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyidik Kejati NTT Diancam Usai Ungkap Kasus Kredit Macet Rp 149 Miliar"

Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved