Terkini Internasional
AS Konfirmasi Ada Dugaan Serangan Misil Target Kota Riyadh di Arab Saudi, Hantam Sebuah Gedung
Pihak Amerika Serikat mengeluarkan peringatan terkait adanya kemungkinan serangan misil yang menarget Riyadh, Arab Saudi.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Amerika Serikat mengkonfirmasi adanya dugaan serangan misil yang menarget kota Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (23/6/2020).
Serangan itu diduga telah menghantam sebuah bangunan yang berada di Ibu Kota Arab Saudi itu.
Untuk sementara belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat serangan tersebut.

• 2 Kelompok yang Diperbolehkan Ibadah Haji oleh Arab Saudi Tahun 2020
• Arab Saudi Longgarkan Lockdown, Korban Meninggal akibat Corona Langsung Tembus 1.000 Jiwa
Dikutip dari sa.usembassy.gov, Selasa (23/6/2020), atas adanya serangan itu pihak AS mengeluarkan sejumlah instruksi untuk menyelamatkan diri.
AS juga mengimbau warga negaranya yang berada di Arab Saudi bersiap untuk kemungkinan serangan susulan.
Beberapa instruksi tersebut di antaranya adalah untuk segera berlindung ketika mendengar dentuman keras atau suara sirine.
Kedua, dianjurkan segera pergi ke lantai paling bawah sebuah gedung apabila terjadi serangan.
Ketiga, saat berada di luar segera berlindung ditempat yang kokoh apabila terjadi serangan.
Keempat, selalu waspada akan adanya serangan susulan.
Terakhir, jauhi puing-puing bekas serangan dan terus pantau saluran berita utama untuk instruksi lebih lanjut.
Sebelumnya diberitakan oleh media asing bahwa sebuah suara ledakan keras terdengar di sekitar wilayah Ibu Kota Arab Saudi, yakni Riyadh, pada Selasa (23/6/2020) pagi.
Suara itu diduga merupakan serangan yang berasal dari pemberontak Hutsi (Houthi rebels) yang berada di Yemen.
Dikutip dari TheJerusalemPost.com, Selasa (23/6/2020), pihak koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi di Yemen, menyatakan mereka telah berhasil menggagalkan serangan drone dari pihak pemberontak Hutsi.
Pada situs aljazeera.com, Selasa (23/6/2020), diketahui sebuah misil memang ditembakkan oleh kelompok teroris Hutsi yang menarget Riyadh.
Pernyataan itu diungkapkan oleh koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi.