Terjkini Daerah
Sebelum Kembali ke Negaranya, Begini Nasib Buron FBI yang Tertangkap di Jakarta karena Sewa PSK Anak
Polisi mengungkap nasib terkini dari Buron FBI, Russ Medlin yang ditangkap di rumah sewanya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Polisi mengungkap nasib terkini dari Buron FBI, Russ Medlin yang ditangkap di rumah sewanya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (18/6/2020).
Polda Metro Jaya kini tengah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia terkait proses ekstradisi Medlin ke Amerika Serikat seperti dikutip dari Tribun Jakarta, Jumat (19/6/2020),
"Menunggu dari request dari Kedubes Amerika Serikat yang sudah berkoordinasi melalui atas hukum FBI untuk dimintakan proses ekstradisi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus, Rabu (17/6/2020).

• Buron FBI yang Ditangkap di Jakarta Senang Rekam Aktivitas Seksualnya: Satu Korban Disuruh Pegang HP
Yusri menjelaskan selama proses ekstradisi itu, Russ akan diproses hukum sesuai yang berlaku di Indonesia.
Paspor Russ yang digunakan ke Indonesia juga tengah diperiksa.
Menurut keterangan Yusri, Russ dua kali masuk ke Indonesia dengan paspor yang berbeda.
Selain itu ia juga memanfaatkan visa turis.
"Kita lagi melakukan pengecekan untuk nomor-nomor paspor dalam rangka pelarian buron," kata dia.
Sementara itu, Russ sendiri merupakan pemimpin dari perusahaan cryptoccurency bitcoin, BitClub Network.
Russ Medlin disebut telah melakukan penipuan bitcoin terbesar di dunia.
Ia dan rekan-rekannya berhasil menggelapkan 722 juta dollar AS atau sekitar Rp 10,2 triliun.
"Sebuah laporan mencatat, seorang terpidana paedo (bahasa Yunani pedofilia) diklaim telah menghasilkan 722 juta dollar AS (setara Rp 10,2 triliun) setelah melakukan penipuan bitcoin terbesar di dunia," demikian laporan media Inggris, The Sun pada 17 Desember 2019.
Kala itu The Sun melaporkan bahwa empat rekan Russ sudah berhasil ditangkap dan didakwa atas kasus tersebut.
Sementara itu, lima orang termasuk Russ masih menjadi buron.
Dari laporan Daily Beast, Russ merupakan pemimpin BitClub Network yang tak menjalani tuntutan federal.
"BCN (BitClub Network) adalah modus penipuan yang menarik pelanggan dengan keuntungan setidaknya 722 juta dollar AS selama lima tahun."
"Empat pemimpin perusahaan ditangkap, sementara dua lainnya, yang namanya dihapus dalam pengaduan federal, masih berstatus buron," tulis Daily Beast pada 16 Desember 2019.
• Buronan FBI Ini Berhasil Ditangkap di Jakarta, Warga Ngaku Sering Lihat Gadis Muda Masuk ke Rumahnya
Selain kasus penipuan, Russ juga pernah terlibat dalam kasus kejahatan seksual di Amerika Serikat.
Ia pernah menjadi terpidana dua kasus kejahatan seksual di Negara Bagian Nevada pada 2005 dan 2008.
Seharusnya, Russ melakukan wajib lapor sebagai terpidana selama 25 tahun.
Ia harus wajib lapor tidak kurang dari 180 hari atau enam bulan dalam kurun waktu 25 tahun.
Lantaran tak menjalani hukuman itu, Russ maka ditetapkan sebagai non compliant (tidak patuh).
Keseharian Pembantu Russ
Nurbaiti yang baru seminggu menjadi pembantu Russ Albert Medlin mengaku sangat takut bekerja dengan Pemimpin BitClub Network tersebut.
Dilansir TribunWow.com dari Tribun Jakarta pada Jumat (19/6/2020), Nurbaiti membenarkan bahwa majikannya itu sering membawa gadis-gadis muda ke dalam rumah.
Bahkan, Nurbaiti menerangkan Russ pernah menawari pembantunya untuk berhubungan badan.
Meski akhirnya ditolak mentah-mentah oleh pembantunya itu.
"Itu setiap hari. Paling kecil umurnya 15 tahun, paling gede 22 tahun," ujar Nurbaiti.
Gadis-gadis muda itu datang di jam-jam yang berbeda.
Terkadang ada yang bertamu pukul 17.00 WIB hingga Isya baru pulang.
Ada pula yang bertamu pada sekitar pukul 22.00 WIB.
"Mereka kayak menjual diri begitu yang saya tahu, meski saya baru seminggu kerja di sini. Mereka naik taksi online," jelas Nurbaiti.
Tak hanya bertamu, Nurbaiti menjelaskan bahwa sejumlah perempuan muda ada yang sampai menginap beberapa hari.
Tak puas menyewa sejumlah perempuan muda, satu di antara ART yang lain mengaku juga pernah ditawari.
Akibat kelakuan Russ itu, Nurbaiti merasa terancam.
Saking takutnya, Nurbaiti selalu meminta pembantu lain menemaninya setiap dipanggil pada pukul 21.00 WIB ke atas.
"Pokoknya kalau dipanggil di atas jam 9 malam, datangnya harus berdua. Walaupun yang dipanggil satu orang, datangnya tetap berdua karena takut," ceita Nurbaiti.
• Fakta Buronan FBI yang Ditangkap di Jaksel setelah Sewa PSK Anak, Punya Jet Pribadi dan Kapal Pesiar
Tak berhenti di sana, para ART juga selalu mengunci rapat kamarnya demi menjaga keamanan mereka.
"Kalau istirahat malam, semua pintu yang mengarah ke kamar dikunci. Takut saja, takut ada yang masuk," ujar Nurbaiti.
Sementara itu, Ketua RT 03/RW 03 Kelurahan Pulo, Kebayoran Baru, Widyo mengatakan bahwa sebenarnya warga dan sekuriti setempat sudah tahu rumah itu sering didatangi perempuan muda.
"Sebetulnya sekuriti di situ dan beberapa warga tahu, bahwa setiap hari ada keluar masuk perempuan," ucap Widyo.
Bahkan, sekuriti juga pernah memergoki perempuan-perumpuan itu saat berada di dalam.
Perempuan-perumpuan itu mengaku hanya sedang bertamu.
"Tapi securiti cuma tanya saja, enggak tahu di dalamnya. Karena perempuan-perempuan itu bilangnya hanya bertamu saja," lanjutnya. (TribunWow.com/Mariah Gipty)
Artikel ini diolah dari Tribun Jakarta dengan judul Jadi ART Buronan FBI, Nurbaiti Ungkap Ketakutannya: Kalau Dipanggil di Atas Jam 9, Datangnya Berdua dan Bongkar Keseharian Buronan FBI Russ Albert Medlin, Ketua RT: Setiap Hari Ada Keluar Masuk Perempuan