Virus Corona

Soroti Masyarakat yang Tolak Rapid Test, Wagub Jatim Emil Dardak: Anggarannya Tak Mungkin Semua PCR

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak angkat bicara mengenai adanya penolakan rapid tes yang dilakukan oleh masyarakat.

Capture YouTube Talk Show TV One
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak dalam Apa Kabar Indonesia Malam, Rabu (17/6/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak angkat bicara mengenai adanya penolakan rapid test yang dilakukan oleh masyarakat.

Diakuinya, memang ada sejumlah alasan yang membuat masyarakat terkadang menolak untuk dites.

Hal itu disampaikan melalui tayangan Apa Kabar Indonesia Malam di kanal YouTube Talk Show TV One, Rabu (17/6/2020).

Emil Dardak mengakui, rapid test tidak bisa dijamin akurasi hasilnya.

Sebab, orang yang dinyatakan negatif saat rapid test belum tentu hasil swabnya akan sama dan sebaliknya.

Pakar Hukum UII Bandingkan Kasus Novel dan Wiranto: Dari Dampak Kejahatan Harusnya Lebih Berat

Sebut Mampu Turunkan Risiko Kematian Pasien Corona, Erlina Burhan Ungkap Efek Samping Dexamethasone

Hal itu lah yang terkadang menjadi alasan masyarakat menolak untuk menjalani tes.

"Kita menggunakan rapid test sebagai metode screening sebenarnya, jadi kita juga mengakui bahwa rapid test itu tidak menjadi jaminan hasil tes PCR-nya akan sama," tutur Emil.

"Nah ini kadang-kadang menjadi alasan masyarakat kenapa mereka menolak," imbuhnya.

Oleh karena itu, Emil menyampaikan ada dua metode screening yang bisa dilakukan pada masyarakat.

Petama, screening yang dilakukan sebagai bagian dari trcing atau pelacakam dari orang - orang yang pernah kontak dengan mereka yang dinyatakan positif.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Ananda Putri Octaviani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved