Virus Corona
Sebut Mampu Turunkan Risiko Kematian Pasien Corona, Erlina Burhan Ungkap Efek Samping Dexamethasone
Erlina Burhan memberikan tanggapan terkait adanya hasil penelitian baru terkait obat Dexamethasone yang diklaim turunkan risiko kematian pasien Covid.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Ananda Putri Octaviani
Selain itu, efek samping lainnya adalah bahwa Dexamethasone tidak bisa diberikan kepada pasien dalam waktu yang cukup lama.
Menurutnya, hal itu justru akan berdampak pada penurunan daya imun tubuh
"Kalau dexamethasone anti radang atau istilahnya anti inflamasi dan kenapa diberikan dalam dosis rendah karena kalau diberikan dengan dosis tinggi ini ada efek sampingnya,"
"Bisa terjadi pendarahan lambung, dan kalau diberikan dalam waktu lama juga bisa bahkan menurunkan sistem imun,"
"Jadi memang dianjurkan pemberiannya dalam dosis rendah saja," pungkasnya.
• Erlina Burhan Sebut Tak Masuk Akal jika Ada Tudingan Organ Jenazah Covid-19 Diperjualbelikan
Simak videonya mulai menit ke- 3.30
Dokter Spesialis Paru, Dokter Jaka Pradipta memberikan penjelasannya soal berapa lama kekebalan tubuh dapat bertahan dari Virus Corona.
Dilansir TribunWow.com, hal itu Jaka Pradipta sampaikan saat menjadi narasumber dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Rabu (17/6/2020).
Mulanya, pembawa acara membacakan pertanyaan dari warganet soal Covid-19.

• Apakah Covid-19 Bisa Menular Lewat Embusan Napas Seseorang? Ini Penjelasan Dokter Adib Khumaidi
"Dokter apakah Virus Corona bermutasi? Dan berapa lama sistem kekebalan tubuh bertahan terhadap virus ini," kata pembawa acara.
Menanggapi hal itu, Jaka Pradipta membenarkan bahwa Virus Corona memang bermutasi.
Bahkan, kata dia, dari beberapa penelitian yang dilakukan ditemukanada beberapa jenis Virus Corona.
Jaka Pradipta mengatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut terkait Virus Corona.
"Jadi memang Virus Corona saat ini yang ditemukan memang bermutasi, banyak penelitian-penelitian yang memulai mencoba mengenali virus ini ternyata ada beberapa jenis," terang Jaka Pradipta.
• 300 Warga Bawa Sajam untuk Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Baju Hazmat Petugas Turut Dilucuti
"Dan di negara kita akan berbeda dengan negara-negara seperti di Eropa atau Amerika."