Terkini Daerah
Akan Panggil Oknum DPRD Jabar yang Ancam Staf Hotel, Ketua Badan Kehormatan: Tidak Beretika
Oknum DPRD Jabar beserta sopirnya akan menghadapi pemeriksaan terkait tindak kekerasan dan pengancaman yang dilakukan pada karyawan hotel.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Oknum DPRD Jawa Barat (Jabar) beserta sopirnya akan menghadapi pemeriksaan terkait tindak kekerasan dan pengancaman yang dilakukan pada karyawan hotel, Selasa (16/6/2020).
Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmat, menyatakan akan memanggil kedua pelaku tersebut untuk dimintai keterangan.
Ia akan menyelidiki duduk perkara kejadian sebelum nantinya memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan lebih lanjut.
• Alami Trauma, Karyawan Hotel yang Dipukul Juga Sempat Diancam akan Dikeroyok oleh Oknum DPRD Jabar
Dilansir TribunJabar.id, Kamis (18/6/2020), Hasbulla menuturkan pihaknya akan mengurus insiden tersebut dan memanggil pelaku secara resmi.
Ia menyebutkan bahwa kasus tersebut melibatkan sesama anggota dewan, sehingga perlu diurus sesuai aturan kelembagaan.
"Saya akan secara formal memanggil secara kelembagaan melalui Badan Kehormatan DPRD Jabar. Saya tidak mau klarifikasi hal ini secara pribadi karena ini persoalan sesama dewan," ujar Hasbullah.
"Jadi kalau dipanggil di Badan Kehormatan, itu secara lembaga. Siapapun itu, mau pimpinan, anggota, mau komisi, saya akan panggil," tuturnya saat dihubungi, Kamis (18/6/2020).
Hasbullah memastikan kedua pelaku, baik oknum anggota DPRD maupun sopir yang melakukan pemukulan akan dipanggil dan dimintai klarifikasi.
"Nanti kita akan panggil. Termasuk sopirnya akan kita panggil. Sebenarnya kan kewajiban Badan Kehormatan itu kepada anggota dewannya. Sopir kan di luar pantauan Badan Kehormatan karena itu bukan melekat ke DPRD tapi ke anggota dewannya. Tapi ini supaya semua jelas," terang Hasbullah.
Selain itu, Hasbullah yang mengetahui bahwa pihak hotel telah melakukan pelaporan mengaku akan mendukung berjalannya proses hukum yang berlaku.
"Dan saya dengar pihak hotel melaporkan ini ke kepolisian, kita dukung dan monitoring saja proses hukumnya dalam konteks pidana seperti apa," imbuhnya.
Hasbullah menekankan, bila oknum tersebut terbukti bersalah, maka ia telah melanggar etika DPRD.
Padahal, sebagai wakil rakyat, anggota dewan diharapkan bisa menjadi contoh yang baik dalam berperilaku.
"Kalau itu memang betul dan diakui (mengancam) seperti itu, ya saya kira itu sudah menyangkut secara etika, tidak beretika dewan. Tidak boleh seperti itu dewan, sudah pelanggaran etika itu," tandasnya.
Rencananya, pemanggilan kedua oknum tersebut oleh Badan Kehormatan DPRD akan dilakukan pada hari Rabu (24/6/2020).
• Gara-gara Ditegur untuk Pakai Masker, Seorang Oknum Anggota DPRD Ini Ancam Karyawan Hotel
Di sisi lain, pihak Hotel Le Eminence Puncak, Cianjur, Jawa Barat, mengaku tidak memiliki masalah dengan instansi yang disandang oleh oknum pelaku pengancaman dan pemukulan.
Namun, pihaknya akan tetap membawa kasus tersebut ke ranah hukum agar kejadian serupa tidak kembali terjadi ke depannya.
Hal ini diungkapkan oleh Marcomm Hotel Le Eminence Puncak, M Rizki Supriatna, dalam tayangan akun YouTube Kompascom Reporter on Location, Rabu (17/6/2020).
Rizki sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut, karena bisa mencoreng ikatan kerjasama antara hotel dan instansi terkait yang telah berjalan baik.
Meskipun, ia menegaskan bahwa kasus tersebut tidak berhubungan dengan latar belakang oknum, melainkan berkaitan dengan pelaku secara pribadi.
"Kalau kita tidak ada masalah dengan instansinya, siapapun itu instansinya, baik dari DPRD Jabar dan sebagainya, kita tetap rekanan baik dengan mereka," tutur Rizki.
"Tapi oknumnya ini kita tetap kita tetap harus melakukan proses hukum terhadap oknum atau sopirnya ini yang melakukan pemukulan," imbuhnya.
Rizki sebelumnya sempat menyampaikan kronologi kejadian pemukulan dan pengancaman yang diterima oleh kliennya.
Ia mengungkapkan adanya perbincangan yang terjadi antara karyawannya dengan oknum DPRD terkait.
"Oknum ini tidak mau menggunakan masker dan menyuruh staf saya untuk mengambil maskernya ke kamarnya," kata Rizki.
"Lalu ada beberapa pengancaman di situ mengenai 'Awas ada barang yang hilang dan sebagainya', tapi dengan kata-kata kasar."
"Juga mengancam akan melakukan pemukulan, pengeroyokan di luar dan sebagainya," lanjutnya.
Menjalankan tugasnya, GE tetap meminta agar pengunjung tersebut menggunakan masker, karena aturan hotel yang ketat.
"Setelah itu staf kita juga menyampaikan ke mereka bahwa 'Kalau mau makan di sini silakan, tapi kita ambilin makanannya karena bapak tidak menggunakan masker'," ujar Rizki.
Oknum anggota rombongan DPRD Jabar tersebut tidak terima akan perlakuan yang di dapatnya lalu menghubungi seseorang.
• Kaget Tagihan Listrik Melonjak, Dedi Mulyadi: Enggak Mungkin Kan Domba Saya Nonton TV, Drama Korea
Setelah itu datang seorang pria yang menghampiri GE dan berujung pada aksi pemukulan yang diterimanya.
"Dianya masih belum terima, lalu dianya kontak atau telepon, saya tidak tahu persis siapanya, mungkin sopirnya atau ajudannya," ungkap Rizki.
"Lalu melakukan obrolan sedikit lalu menghampiri staf saya, lalu terjadi pemukulan," lanjutnya.
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke-03.30:
Korban Mengalami Trauma
Seorang karyawan Hotel Le Eminence Puncak, Cianjur, Jawa Barat, mengalami pengancaman dan pemukulan oleh anggota rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Selasa (16/6/2020).
Korban yang berinisial GE (33), mengaku mengalami trauma dan luka di bagian belakang telinga kiri akibat pemukulan yang diterima.
Kejadian tersebut berlokasi di area resto lantai 15, saat korban sedang menjalankan tugas sebagai pengawas resto.
Dilansir Kompas.com, Kamis (18/6/2020), GE saat itu tengah menjalankan kewajibannya ketika melihat tiga orang tamu masuk ke restoran tanpa memakai masker.
"Saya harus memastikan semua tamu mengenakan masker sesuai prosedur dan protokol kesehatan," ujar GE kepada Kompas.com, Selasa (16/6/2020).
Setelah memberikan teguran pada ketiganya, satu dari antara tamu tersebut tidak terima.
"Dia malah mengeluarkan kata-kata ancaman ke saya," ungkapnya.
Tak lama kemudian, seorang pria datan menghampiri GE dan menghardik karyawan hotel tersebut.
"Dia tanya, katanya saya ngomong apa ke bapak itu. Setelah itu langsung memukul," ungkap GE.
Ia sempat menghindari pukulan yang dilancarkan oknum tersebut ke arag wajah, sehingga hanya mengenai bagian belakang telinga kiri.
"Setelah kejadian itu, saya lalu pergi ke belakang untuk menenangkan diri," tuturnya. (TribunWow.com)
Sebagian artikel ini merupakan olahan dari TribunJabar.id dengan judul "BK DPRD Jabar Akan Panggil Oknum Anggota Dewan dan Sopir yang Diduga Memukul Staf Hotel di Cianjur" dan Kompas.com dengan judul "Cerita dan Pengakuan Staf Hotel yang Dipukul Sopir Anggota DPRD Jabar"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/rekaman-cctv-pemukulan-karyawan-hotel-oleh-oknum-dprd-jabar-2.jpg)