Breaking News:

Virus Corona

Ada 27 Kasus Baru Covid-19 di Beijing China, Pemerintah Setempat Lakukan Lockdown dan Tes Masif

Ibu kota China, Beijing telah menetapkan lebih banyak 'lockdown' terhadap permukiman dan mendorong pengujian masif kepada warganya

Editor: Ananda Putri Octaviani
Freepik
Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19 

TRIBUNWOW.COM - Ibu kota China, Beijing telah menetapkan lebih banyak 'lockdown' terhadap permukiman dan mendorong pengujian masif kepada warganya sebagai upaya untuk menahan penyebaran Virus Corona.

Terdapat 27 kasus baru yang dilaporkan pada Selasa (16/6) sehingga total menjadi 106 orang hanya dalam lima hari.

Seorang pejabat China menggambarkan wabah baru di ibu kota dalam tingkat yang "sangat parah".

Dalam gambar yang diambil pada 29 April 2020, seorang ilmuwan menunjukkan vaksin eksperimental untuk virus corona COVID-19 yang diuji di Laboratorium Kontrol Kualitas di fasilitas Biotek Sinovac di Beijing. Sinovac Biotech, yang melakukan salah satu dari empat uji klinis yang telah disetujui di China, telah mengklaim kemajuan besar dalam penelitiannya dan hasil yang menjanjikan di antara monyet.
Dalam gambar yang diambil pada 29 April 2020, seorang ilmuwan menunjukkan vaksin eksperimental untuk virus corona COVID-19 yang diuji di Laboratorium Kontrol Kualitas di fasilitas Biotek Sinovac di Beijing. Sinovac Biotech, yang melakukan salah satu dari empat uji klinis yang telah disetujui di China, telah mengklaim kemajuan besar dalam penelitiannya dan hasil yang menjanjikan di antara monyet. (NICOLAS ASFOURI / AFP)

Selama lebih dari tujuh minggu, Beijing hanya mendata kasus-kasus dari orang-orang yang datang dari luar negeri, bukan dari dalam negeri.

Klaster baru Virus Corona "selalu menjadi perhatian", kata Mike Ryan, kepala program kedaruratan WHO.

"Tapi apa yang kami lakukan adalah melihat tanggapan langsung terhadap hal itu dan serangkaian tindakan komprehensif," tambahnya.

Pihak RS Buka Suara soal Viral Jenazah PDP Corona Hanya Dipakaikan Popok: Sudah Sesuai Panduan

Apa yang diketahui tentang kasus baru di Beijing?

Wabah baru Virus Corona telah dikaitkan dengan pasar grosir terbesar di Beijing, yaitu Xinfadi.

Laporan media setempat mengatakan virus itu ditemukan di talenan, alas potong, yang digunakan untuk salmon impor di pasar.

Hal ini pula yang mendorong supermarket besar di Beijing untuk menarik ikan dari rak-rak mereka.

Manajer umum pasar telah diberhentikan, bersama dengan pejabat lokal lainnya.

Namun dalam komentarnya, Mike Ryan dari WHO bersikap hati-hati tentang penyebab wabah tersebut. Ia mengatakan bahwa dugaan dari talenan salmon itu hanyalah "hipotesis".

Para ahli kesehatan lain telah menunjuk bukti baru bahwa kontaminasi silang sebagai sumber yang lebih masuk akal.

Kepala ahli epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC) mengatakan jenis virus yang ditemukan di Beijing tidak menyerupai jenis yang beredar di seluruh negara itu, dan WHO juga mendesak China untuk berbagi urutan genetik dari jenis virus tersebut.

Viral Jenazah PDP Virus Corona di Surabaya Hanya Dipakaikan Popok, Berikut Kronologi dan Faktanya

Apa yang dilakukan untuk memerangi wabah baru itu?

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Tags:
CoronaCovid-19ChinaBeijing
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved