Terkini Daerah
Cerita Buruh Penyadap Karet yang Kembalikan Bantuan Rp 600 Ribu dari Pemerintah, Ini Alasannya
Saipul (44), warga Dusun 4 Desa Jernih, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun, Jambi, patut menjadi contoh karena berlaku jujur.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Saipul (44), warga Dusun 4 Desa Jernih, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun, Jambi, patut menjadi contoh karena berlaku jujur.
Di tengah kondisi ekonomi sulit akibat pandemi Covid-19 seperti saat ini, Saipul memilih mengembalikan dana bantuan pemerintah.
Alasannya, dia sudah mendapatkan bantuan melalui program lain.
Jadi buruh penyadap karet
Saipul sehari-hari bekerja sebagai buruh penyadap karet di perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI).
Dia tinggal bersama istri dan anaknya. Anak yang masih duduk di bangku SD.
"Memang mempunyai anak satu orang yang masih kecil dan sekolah SD. Saiful sempat menjadi duda karena istrinya sudah meninggal dan sekarang sudah menikah lagi," ungkap kepala dusun (kadus) setempat, Selpi, dilansir dari Tribun Jambi, Senin (15/6/2020).
Secara ekonomi, Saipul memang layak mendapatkan bantuan, maka dia termasuk sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.
Kembalikan uang Rp 600 ribu
Saipul mendapatkan panggilan dari perangkat desa setempat untuk menerima Bantuan Langsung Tunai ( BLT) dari dana desa (DD) sepulang kerja.
Dia sempat menerima bantuan senilai Rp 600 ribu itu, namun akhirnya dia kembalikan seminggu kemudian melalui kadus.
"Dia enggak mau menerima dobel," ucapnya.
Selpi mengatakan pihaknya tidak mengetahui bahwa Saipul merupakan penerima PKH.
"Kito dak tahu dio penerimo PKH, dan setelah kito data, bantuan DD itu keluar dan namanya masuk, bantuan sudah kita kasih, tiba-tiba ia mengembalikan uang itu," katanya.
Patut dicontoh