Breaking News:

Kabar Tokoh

Deretan Properti Milik Presiden Jokowi di Solo Raya, Total Harta Kekayaannya Capai Rp 54,71 Miliar

Sebelum menjadi presiden, Jokowi dikenal sebagai pengusaha mebel. Berikut deretan tanah dan bangunan milik Jokowi sebagaimana dilaporkan dalam LHKPN.

Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNWOW.COM - Sebelum memimpin birokrasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikenal sebagai pengusaha mebel.

Tercatat pria yang juga kader PDI-P ini pernah menjabat sebagai Wali Kota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta, lalu kini Presiden Indonesia dua periode.

Selain usaha perkayuan, Jokowi juga diketahui memiliki usaha penyewaan gedung, yakni Graha Saba Buana yang lokasinya tak jauh dari kediamannya di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Kota Surakarta.

Ingatkan Pejabat Tak Korupsi, Jokowi: Kalau sampai Ada yang Membandel Silakan Digigit dengan Keras

Mengutip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari laman resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (15/6/2020).

Presiden Jokowi terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 31 Desember 2019.

Dalam LHKPN, Jokowi melaporkan harta yang dimilikinya tercatat sebesar Rp 54,71 miliar atau tepatnya Rp 54.718.200.893.

Harta kekayaannya sebagian besar berupa aset properti, baik berupa tanah maupun bangunan.

Sebagai juragan tanah, Jokowi tercatat memiliki sederet lahan dan bangunan yang hampir semuanya berada di wilayah eks Karesidenan Solo atau Solo Raya.

Saat Presiden Jokowi Bagikan Momen Latihan Tinju di Istana Bogor: Perlu Banyak Konsentrasi Pikiran

Rinciannya, ada 19 bidang tanah dan bangunan miliknya yang tersebar di Kota Surakarta, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Sukoharjo.

Satu aset properti sisanya berada di luar Solo Raya, yakni sebuah bangunan di Kota Jakarta Selatan.

Berikut daftar tanah dan bangunan milik Jokowi sebagaimana dilaporkan dalam LHKPN:

  1. Tanah dan bangunan seluas 168 m2/150 m2 di Sukoharjo dari hasil sendiri senilai Rp 420.000.000
  2. Tanah dan bangunan seluas 838 m2/500 m2 di Kota Surakarta dari hasil sendiri senilai Rp 6.510.000.000
  3. Tanah dan bangunan seluas 1.120 m2/648 m2 di Kota Surakarta dari hasil sendiri senilai Rp 4.480.000.000
  4. Tanah dan bangunan seluas 2.185 m2/1.600 m2 di Sukoharjo dari hasil sendiri senilai Rp 1.892.500.000
  5. Tanah dan bangunan seluas 1.642 m2/1.500 m2 di Sukoharjo dari hasil sendiri senilai Rp 1.571.000.000
  6. Tanah dan bangunan seluas 1.773 m2/1.500 m2 di Sukoharjo dari hasil sendiri senilai Rp 1.636.500.000
  7. Tanah seluas 716 m2 di Kota Surakarta dari hasil sendiri senilai Rp 2.148.000.000
  8. Tanah dan bangunan seluas 365 m2/60 m2 di Kota Surakarta dari hasil sendiri senilai Rp 1.460.000.000
  9. Tanah dan bangunan seluas 302 m2/176 m2 di Kota Surakarta dari hasil sendiri senilai Rp 2.265.000.000
  10. Tanah dan bangunan seluas 1.187 m2/120 m2 di Karanganyar dari hasil sendiri senilai Rp 356.100.000
  11. Tanah Seluas 673 m2 di Karanganyar dari hasil sendiri senilai Rp 67.300.000
  12. Tanah dan bangunan seluas 2.000 m2/1.320 m2 di Sragen dari hasil sendiri senilai Rp 1.405.760.000
  13. Tanah dan bangunan seluas 2.000 m2/1.320 m2 di Sragen dari hasil sendiri senilai Rp 1.405.760.000
  14. Tanah dan bangunan seluas 2.000 m2/1.320 m2 di Sragen dari hasil sendiri senilai Rp 1.405.760.000
  15. Tanah seluas 585 m2 di Boyolali dari hasil sendiri senilai Rp 37.440.000
  16. Tanah dan bangunan seluas 1.380 m2/138 m2 di Boyolali dari hasil sendiri senilai Rp 160.356.000
  17. Tanah seluas 1.000 m2 di Boyolali dari hasil sendiri senilai Rp 64.000.000
  18. Bangunan seluas 104.2 m2 di Kota Jakarta Selatan dari hasil sendiri senilai Rp 3.500.000.000
  19. Tanah dan bangunan seluas 5.362 m2/1.992 m2 di Kota Surakarta dari hasil sendiri senilai Rp 14.058.112.000
  20. Tanah dan bangunan seluas 2.140 m2/300 m2 di Karanganyar dari hasil sendiri senilai Rp 800.000.000.

Jokowi juga melaporkan harta kekayaan lainnya berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp 647.500.000.

Dalam catatan delapan harta kendaraan yang dilaporkannya, tidak ada kendaraan mobil Esemka.

Diketahui, Jokowi meresmikan pabrik Esemka di Boyolali pada 6 September 2019.

Lalu, ia sempat giat mempromosikan mobil Esemka saat masih menjadi Wali Kota Surakarta.

Peternak Mengadu soal Telur Infertil ke Jokowi: Sehari setelah Kirim Surat, Banyak yang Ditangkapi

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Tags:
JokowiSoloSurakartaJakartaLaporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPNKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved