Breaking News:

Terkini Nasional

Firasat AHY sebelum Pramono Edhie Wibowo Wafat, Sempat Minta Maaf hingga Bermimpi Ibunya Menangis

Meninggalnya Pramono Edhie Wibowo membawa luka yang mendalam bagi sang keponakan, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
Kolase dari Instagram.com/@agusyudhoyono dan Kompas.com/Priyombodo
PRAMONO EDHIE WAFAT - Adik Ani Yudhoyono yang juga Mantan KSAD Jenderal (purnawirawan) Pramono Edhie Wibowo meninggal dunia, Sabtu (13/6/2020). 

"Tadi dikabari wafat jam 19.43 WIB. Serangan jantung," imbuhnya.

Mantan KSAD Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo berbincang dengan sejumlah pewarta foto yang tergabung dalam organisasi Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ), di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (6/6/2014). Pertemuan ini dalam rangka silaturahmi rutin yang diadakan PFIJ dengan sejumlah tokoh di Indonesia untuk bertukar pikiran yang dikemas dengan diskusi santai. Warta Kota/angga bhagya nugraha
Mantan KSAD Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo berbincang dengan sejumlah pewarta foto yang tergabung dalam organisasi Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ), di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (6/6/2014). Pertemuan ini dalam rangka silaturahmi rutin yang diadakan PFIJ dengan sejumlah tokoh di Indonesia untuk bertukar pikiran yang dikemas dengan diskusi santai.  (WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)

Jauh hari sebelum adik Ani Yudhoyono ini meninggal, ia sempat akan menjadi pendonor sumsum tulang belakang bagi sang kakak.

Diketahui, Ani Yudhoyono mengidap kanker darah dan sempat menjalani perawatan sejak Februari 2019.

Almarhumah istri SBY ini kemudian mengembuskan napas terakhirnya di National University Hospital, Singapura, pada 1 Juni 2019 pukul 11.50 waktu setempat.

 Pramono Edhie Wibowo Meninggal Dunia, AHY hingga Sandiaga Uno Berikan Ucapan Duka

Dikutip Tribunnews dari Kompas.com, alasan Pramono Edhie Wibowo bisa menjadi pendonor adalah karena ia memiliki delapan parameter yang dibutuhkan dokter.

Hal ini disampaikan oleh putra pertama SBY dan Ani Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, pada Maret 2019 lalu.

Sebelumnya, semua anggota keluarga menjalani pemeriksaan dan tes darah untuk mencari jenis darah yang dibutuhkan tim dokter.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Jafar Hafsah, Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi DPP Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo, dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Roy Suryo, saat jumpa pers terkait pelaksanaan Pilkada Serentak di Jakarta Pusat, Rabu (9/12/2015). Demokrat menilai secara umum pelaksaan Pilkada serentak berlangsung aman dan lancar namun masih ditemukan tindak kecurangan yang dilakukan pasangan calon. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Jafar Hafsah, Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi DPP Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo, dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Roy Suryo, saat jumpa pers terkait pelaksanaan Pilkada Serentak di Jakarta Pusat, Rabu (9/12/2015). Demokrat menilai secara umum pelaksaan Pilkada serentak berlangsung aman dan lancar namun masih ditemukan tindak kecurangan yang dilakukan pasangan calon.  (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Namun, delapan parameter yang dibutuhkan tim dokter, hanya ada di Pramono Edhie Wibowo.

Sementara anggota keluarga lainnya hanya memenuhi empat parameter.

"Yang pasti, delapan parameter darah yang dibutuhkan dokter ada di adik Ibu Ani Yudhoyono."

"Kami bersyukur karena tidak sampai mencari ke mana-mana, bahkan sampai ke seluruh dunia," jelas AHY.

"Delapan parameter dibutuhkan dokter ternyata ada semua di Pramono Edhie Wibowo."

"Keluarga yang lain mungkin hanya memenuhi empat parameter," imbuh dia.

 BREAKING NEWS - Mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo Meninggal Dunia karena Serangan Jantung

Namun, belum sempat hal itu terwujud, Ani Yudhoyono meninggal dunia.

Gagalnya Pramono Edhie Wibowo jadi pendonor sumsum tulang belakang sang kakak diungkapkan oleh Terawan Agus Putranto.

Terawan yang saat itu menjabat sebagai dokter kepresidenan, menjelaskan proses donor gagal karena perjalanan penyakit Ani Yudhoyono.

Foto Anggota Dewan Pembina dan Peserta Konvensi Partai Demokrat (PD) Pramono Edhie Wibowo, ditemani Juru Bicara PD Ruhut Sitompul saat bincang-bincang dengan Wartawan di Posko Pemenangan, Jalan Diponegoro 43, Jakarta, Senin (14/4/2014). (Tribunnews.com/Andri Malau)
Foto Anggota Dewan Pembina dan Peserta Konvensi Partai Demokrat (PD) Pramono Edhie Wibowo, ditemani Juru Bicara PD Ruhut Sitompul saat bincang-bincang dengan Wartawan di Posko Pemenangan, Jalan Diponegoro 43, Jakarta, Senin (14/4/2014). (Tribunnews.com/Andri Malau) 

Itu semua karena menyangkut perjalanan terapi dan perjalanan penyakitnya," terang Terawan, dilansir TribunWow pada 2 Juni 2019.

Halaman
1234
Tags:
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)Pramono Edhie WibowoAni Yudhoyono
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved