Virus Corona
Imbau Pemerintah Tak Jadikan Warga 'Kelinci Percobaan' saat Wabah, Sosiolog: Udah Krisis Kepercayaan
Sosiolog Musni Umar menyebut masyarakat kini tengah mengalami krisis kepercayaan.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Sosiolog Musni Umar menyebut masyarakat kini tengah mengalami krisis kepercayaan.
Karena itu, Musni Umar lantas mengimbau pemerintah tak menjadikan masyarakat sebagai 'kelinci' percobaan.
Hal tersebut berkaitan dengan ancaman pemerintah yang akan kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jika Virus Corona kembali melonjak.

• Kabar Gembira di Tengah Corona, Ridwan Kamil Gratiskan Iuran SMA/SMK di Jabar
• Komentari Kasus Corona Tertinggi di Jatim, dr Tirta Akui Keberanian Warga: Nyalinya Gede Banget
Pernyataan itu disampaikan Musni Umar dalam kanal YouTube Talk Show tvOne, Kamis (11/6/2020).
"Saya ingin menegaskan bahwa jangan sampai rakyat dijadikan kelinci percobaan," kata Musni.
Ia lantas menyinggung soal ancaman penerapan kembali PSBB jika masyarakat enggan mengikuti aturan penanganan Virus Corona.
"Percobaan ini dibebasin begitu, sedangkan rakyat aturan enggak diikuti," ujarnya.
"Tapi kalau Corona terjadi kembali di situ dibuat lagi PSBB."
Terkait hal itu, Musni lantas menyampaikan sarannya kepada pemerintah.
Ia berharap, pemerintah mampu memanfaatkan tokoh-tokoh masyarakat sebagai media edukasi warga.
"Jadi yang ingin saya sarankan di sini, betapa pentingnya kita menggunakan seluruh modal sosial," ujar Musni.
"Baik guru ngaji, ustaz, tokoh masyarakat, tokoh adat di situ untuk menyadarkan pada masyarakat supaya mencegah."
• Daftar 51 Pedagang di 6 Pasar Tradisional Jakarta yang Positif Corona, Terbanyak di Perumnas Klender
Di era saat ini, masyarakat disebutnya lebih menaati imbauan tokoh-tokoh terdekat ketimbang pemeritah pusat.
Atas dasar itu, Musni lantas menyinggung pernyataan tenaga ahli umum kantor staf presiden (KSP), Dany Amrul Ichdan.
"Iya itu kan komunitas masyarakat adat, dia lebih percaya ketimbang pemimpin formal," jelasnya.