Breaking News:

Virus Corona

Tanggapi Tudingan Jenazah Covid Diperjualbelikan Organnya, Erlina Burhan: Tuduhan Tak Masuk Akal

Dokter Spesialis Paru, Erlina Burhan memberikan tanggapan terkait adanya tuduhan yang mengatakan jenazah pasien Covid-19 organnya diperjualbelikan.

Youtube/tvOneNews
Dokter Spesialis Paru, Erlina Burhan memberikan tanggapan terkait adanya tuduhan yang mengatakan jenazah pasien Covid-19 organnya diperjualbelikan atau dimanfaatkan oleh pihak tertentu. 

TRIBUNWOW.COM - Dokter Spesialis Paru, Erlina Burhan memberikan tanggapan terkait adanya tuduhan yang mengatakan jenazah pasien Covid-19 organnya diperjualbelikan, atau dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

Dilansir TribunWow.com, Erlina Burhan mengaku mendapati sendiri tuduhan tersebut.

Tuduhan tersebut dilatari oleh jenazah yang dibungkus oleh peti dan tidak bisa disaksikan oleh pihak keluarga.

Menurut Erlina Burhan, tuduhan tersebut jelas tidak masuk akal.

Petugas pengantar jenazah Covid 19 memastikan pemakaman berlangsung sesuai dengan agama masing-masing
Petugas pengantar jenazah Covid 19 memastikan pemakaman berlangsung sesuai dengan agama masing-masing (Bagus Supriadi/Kompas.com)

Erlina Burhan Merasa Perih Corona Disebut Untungkan Dokter, Karni Ilyas: Risiko Naik, Rezeki Turun

Hal ini disampaikanya dalam acara Kabar Siang yang tayang di kanal Youtube tvOneNews, Kamis (11/6/2020).

Erlina Burhan mulanya menjelaskan bahwa semua pasien yang memiliki gejala Covid-19, baik dari pemeriksaan klinis, maupun laboratorium maka sudah bisa disebut sebagai pasien Covid-19.

Meski sebenarnya belum terkonfirmasi positif.

Hal itu karena kendala dari waktu keluarnya hasil pemeriksaan PCR yang cukup lama.

"Jadi kalau di WHO itu kan dikatakan bahwa pasien yang secara klinis sesuai dengan Covid, demikian pemeriksaan laboratoriumnya, tetapi tidak bisa dikonfirmasi, maka diperlakukan sebagai Covid, itu istilahnya adalah probable cases," ujar Erlina Burhan.

Erlina Burhan mengatakan bahwa hal itu tentu sudah disampaikan kepada pihak keluarga untuk menjadi kesadaran.

Namun menurutnya, yang terjadi justru berkembangnya pemikiran-pemikiran negatif dari masyarakat, khususnya pihak keluarga yang merasa tidak terima.

Dirinya lantas mengaku mendapatkan pertanyaan yang menyatakan bahwa ada maksud lain dari pemakaman dengan protokol Covid-19.

Ungkap Ada Rasa Senang Grafik Corona Naik, dr Erlina Burhan Beri Penjelasan: Mungkin Pak Karni Heran

"Atau bisa jadi juga petugas kesehatan sudah berkomunikasi akan tetap keluarga memang sudah punya mindset sendiri," kata Erlina Burhan.

"Saya juga mendapat pertanyaan ini bahwa itu makanya dimasukkan ke peti karena organnya diambil," ungkapnya.

"Nah itu sungguh tuduhan yang tidak masuk akal saya kira," tegasnya.

Lebih lanjut, Erlina Burhan mengungkapkan bahwa dirinya beserta petugas medis lainnya hanya menjalankan tugas dengan baik dan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Menurutnya, tujuannya tidak lain hanya untuk kepentingan semua masyarakat, khususnya kepada pihak keluarga supaya tidak terjadi penyebaran Virus Corona.

"Kami hanya petugas kesehatan menyelengarakan jenazah sesuai dengan pencegahan dan pengendalian infeksi," terang Erlina Burhan.

"Tidak ada itu organ diambil, diperjualbelikan, itu sama sekali tidak, dan tidak semudah itu juga itu dilakukan," tegasnya kembali.

"Jadi percayalah bahwa ini demi kepentingan pasien dan keluarga untuk upaya pencegahan."

"Karena kita semua kan berkepentingan untuk jenazah diselenggarakan dengan benar, keluarga terlindungi, dan transmisi kepada masyarakat juga kita bisa hindari," sambungnya.

Ratusan Pengemudi Ojol Nekat Makamkan Rekannya yang Berstatus PDP, Ternyata Jenazah Positif Corona

Maka dari itu, dirinya berharap masyarakat bisa mengerti dan menerima, termasuk tidak berpikiran negatif terkait pemakaman dengan protokol Covid-19.

Selain itu, ia memastikan bahwa proses pemakaman dari pemulasaran sampai pemakaman sudah sesuai dengan syariat agama.

"Dan tata cara yang kami lakukan pun sudah memenuhi imbauan dari yang dipersyaratkan MUI," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 2.10

Erlina Burhan Merasa Perih Corona Disebut Untungkan Dokter

Sebelumnya, Erlina Burhan mengaku sangat prihatin dengan berkembangnya isu-isu negatif terkait Virus Corona.

Terbaru, Erlina Burhan mendengar isu bahwa Virus Corona sebagai konspirasi dari pihak kesehatan.

Dilansir TribunWow.com, Erlina Burhan mengaku merasa perih mendengar hal tersebut.

Hal ini diungkapkannya saat menjadi narasumber dalam acara Indonesia Lawyers Club yang tayang di Youtube tvOne, Rabu (10/6/2020).

Perawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.
Perawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. (Dok. pribadi Bima (perawat Covid-19 wisma atlet) via Kompas.com)

 Ungkap Ada Rasa Senang Grafik Corona Naik, dr Erlina Burhan Beri Penjelasan: Mungkin Pak Karni Heran

"Saya mewakili IDI, mendapat banyak keluhan dari teman-teman dan juga menyampaikan pesan," ujar Erlina Burhan.

"Sekarang ada banyak narasi masyarakat menurut kami sungguh tidak bijak, mengatakan bahwa pandemi Covid ini adalah bisnisnya orang kesehatan," jelasnya.

"Jadi keuntungan buat dokter," tambahnya.

Erlina Burhan juga menolak bahwa kasus Corona menjadi keuntungan bagi para tenaga kesehatan.

Dirinya lantas menceritakan situasi yang sebenarnya kepada pembawa acara Karni Elyas.

Ia mengaku bahwa pendapatannya justru menurun setelah adanya Covid-19.

Tidak berbeda jauh dengan apa yang dirasakan oleh profesi atau pekerja lainnya.

Menurutnya, para tenaga kesehatan yang khusus menangani Covid-19 hanya bekerja di rumah sakit, tidak bisa buka praktik di tempat lain.

 Singgung Peran Dokter Reisa, Effendi Gazali Sindir Jubir Gugus Tugas Corona: New Normal Itu Dua Arah

"Sungguh perih rasanya ada narasi seperti ini," ungkap dr Erlina.

"Kalau Pak Karni ingin tahu, dengan adanya Covid ini pendapatannya menurun. Ini persis sama dengan kami, dokter," terangnya.

"Kami juga pendapatannya menurun karena sebagian besar dari kami sudah tidak praktik di tempat lain, tidak praktik swasta."

"Hanya praktik di rumah sakit utamanya saja," tambah dr Erlina.

Mendengar hal itu, Karni Ilyas menegaskan bahwa yang dialami oleh tenaga kesehatan justru sebaliknya.

Yang naik bukan penghasilan tetapi justru risikonya.

"Risiko tambah naik, rezeki turun," tegas Karni Ilyas menanggapi.

Erlina Burhan mengaku tidak mendapatkan bayaran langsung dari pasien Covid-19.

Dirinya lantas menjelaskan bahwa semua biaya pasien Covid-19 ditanggung oleh pemerintah.

"Kalau rumah sakit kita ini rumah sakit Covid, itu pasien Covid biayanya gratis karena ditanggung pemerintah," papar dr Erlina.

 Di ILC, Effendi Gazali Sebut Anies Baswedan Terkesan Tak Ingin Melawan Pusat: Pilih PSBB Transisi

Lebih lanjut, Erlina Burhan menilai dampak lainnya yaitu justru kepada pasien-pasien penyakit umum lainnya.

Mereka berpikiran merasa takut tertular Covid-19.

"Stigma buat Covid ini masih banyak. Karena masih banyak, pasien-pasien penyakit lainnya tidak mau datang ke rumah sakit," jelas dr Erlina.

"Pasien penyakit kronis lainnya yang seharusnya mereka datang ke rumah sakit itu banyak yang enggak datang karena takut tertular. Itu sesungguhnya bahaya buat mereka," katanya.

Simak videonya mulai menit ke- 4.25

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

Tags:
Erlina BurhanVirus CoronaOrgan Tubuh
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved