Virus Corona
Soroti PSBB Transisi di Jakarta, Pengamat Sebut Kebijakan Coba-coba: Masyarakat Bosan di Rumah
Pengamat Kebijakan Publik Jehansyah Siregar menilai kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di Jakarta sebagai langkah coba-coba.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Jadi akhirnya ini suatu kebijakan yang menurut saya coba-coba," ungkap Jehansyah.
"Coba dulu kita longgarkan, nanti dari sisi kesehatannya apakah kasus meningkat," lanjut dia.
Ia menyoroti bagaimana seharusnya kebijakan berpijak pada fakta di lapangan.
Jehansyah menyinggung secara epidemiologis tingkat penyebaran virus masih tinggi.
"Jadi kalau ditanya bagaimana pelaksanaan di lapangan untuk mengetahui kebijakan ini, terus terang tidak ada yang tahu," jelas Jehansyah.
"Karena dari sisi kasus, pandemi masih tinggi," tambahnya.
Ia menyoroti bagaimana seharusnya kebijakan berpijak pada fakta di lapangan.
Jehansyah menyinggung secara epidemiologis tingkat penyebaran virus masih tinggi.
"Jadi kalau ditanya bagaimana pelaksanaan di lapangan untuk mengetahui kebijakan ini, terus terang tidak ada yang tahu," jelas Jehansyah.
"Karena dari sisi kasus, pandemi masih tinggi," tambahnya.
• Jakarta Longgarkan PSBB, Pakar Epidemiologi Ungkap Situasi Belum Aman: Dalam Seminggu akan Meledak
Jehansyah menjelaskan belum seluruh masyarakat memiliki kesadaran akan risiko terpapar virus.
Hal itu ia sampaikan berdasarkan survei hasil penelitian.
"Kemudian ada survei penelitian mengenai persepsi risiko dari masyarakat, masih rendah," kata Jehansyah.
"Masih di 3 dari angka 1 sampai 5. Itu dikatakan harusnya lebih dari 4 baru aman," paparnya.
Meskipun sudah mulai pelonggaran PSBB, Jehansyah menegaskan seharusnya pendisiplinan juga turut diketatkan.