Kabar Tokoh
Hasil Survei Tunjukkan Elektabilitas Prabowo Turun, Jubir: Beliau Hormati sebagai Konsekuensi
Juru Bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak angka bicara soal hasil survei elektabilitas Prabowo.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Prabowo tidak pernah memberikan perhatian serius terhadap hasil survei popularitas maupun elektabilitas terhadap dirinya.
"Karena beliau tidak pernah bicara masalah itu (elektabilitas) kepada siapa pun, termasuk kepada kader-kader Gerindra sendiri," kata Dahnil menjawab pertanyaan Kompas.com soal elektabilitas Prabowo yang turun, Senin (8/6/2020).
Menurut dia, saat ini yang menjadi fokus perhatian Prabowo adalah memastikan untuk tetap terus berkontribusi terhadap kepentingan negara dan rakyat Indonesia.
• Survei Indikator: Elektabilitas Prabowo dan Jokowi Menurun, Ganjar dan Ridwan Kamil Makin Meningkat
Terutama di sektor pertahanan yang menjadi tugas yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Apa pun penilaian rakyat beliau hormati, kritik, apresiasi bahkan benci sekali pun, beliau hormati sebagai konsekuensi setiap pilihan langkah politik untuk kepentingan bangsa dan negara," ujarnya.
Sebelumnya, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 16-18 Mei 2020, elektabilitas Prabowo turun dari 22,2 persen pada Februari 2020 menjadi 14,1 persen pada Mei 2020.
Meski turun 8,1 persen, elektabilitas Prabowo tetap teratas dibandingkan tokoh lainnya.
• Survei Elektabilitas Prabowo Turun Drastis, Ganjar Pronowo Meningkat hingga Kalahkan Anies Baswedan
Untuk diketahui, survei dilakukan terhadap 1.200 responden dengan metode kontak telepon.
Margin of error survei ini kurang lebih sebesar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Berikut hasil survei selengkapnya:
1. Prabowo Subianto (Mei 14,1 persen; Februari 22,2 persen)
2. Ganjar Pranowo (Mei 11,8 persen; Februari 9,1 persen)
3. Anies Baswedan (Mei 10,4 persen; Februari 12,1 persen)
4. Ridwan Kamil (Mei 7,7 persen; Februari 3,8 persen)
5. Sandiaga Uno (Mei 6 persen; Februari 9,5 persen)