Breaking News:

Virus Corona

Selandia Baru Sukses Hadapi Pandemi Covid-19, Kurva Melandai dalam 5 Minggu, Apa Rahasianya?

Apa sebenarnya yang ditempuh pemerintah Selandia Baru dalam penangan infeksi diawal kasus?

Tayang:
Marty MELVILLE / AFP
Anak-anak sekolah pergi ke sekolah setelah pemerintah mengizinkan sekolah untuk membuka kembali di bawah pedoman Level 2 di Wellington pada 18 Mei 2020. Pada 13 Mei 2020 Selandia Baru beralih dari penguncian Level 3 ke Level 2 untuk memulai kembali perekonomian setelah Covid 19 penyebaran virus cukup melambat. 

TRIBUNWOW.COM – Hanya dalam waktu lima pekan, Selandia Baru berhasil menurunkan kurva infeksi Virus Corona atau Covid-19.

Hal ini menjadi pertimbangan pemerintah Selandia Baru melonggarkan aturan lockdown.

Menurut data Jophopkins University per 4 Juni 2020, hanya ada 1.504 kasus dengan 22 kematian di Selandia Baru.

Umat Muslim Selandia Baru melaksanakan ibadah shalat Jumat di masjid Al Noor, salah satu lokasi yang menjadi korban serangan teroris di kota Christchurch, Jumat (22/3/2019).
Umat Muslim Selandia Baru melaksanakan ibadah shalat Jumat di masjid Al Noor. (MARTY MELVILLE)

Artinya, fatality rate hanya 1,5 persen atau di bawah rata-rata global.

Kebijakan Selandia Baru menuai pujian dari dunia.

Prediksi Puncak Corona pada Juni Ini, Hermawan Dukung Perpanjangan PSBB DKI: Pak Gubernur Bijak Ya

Apa sebenarnya yang ditempuh pemerintah Selandia Baru dalam penangan infeksi di awal kasus?

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya membeberkan faktanya.

Menurutnya, ada lima hal yang menjadi latar belakang negara ini sukses dalam melakukan penanggulangan wabah dan melakukan elaminasi.

Adapun yang pertama, bagaimana pemerintah Selandia Baru menyikapi penyebaran wabah saat pertama kali diberitakan wabah tersebut menyerang Wuhan.

Penyikapan, menurut Tantowi, sangat penting dan menjadi modal utama bagi Selandia Baru. 

Minta PSBB Tak Digiring Isu, Achmad Yurianto Bantah Hanya Pentingkan Ekonomi: Jangan Diframing

“Ketika ada satu negara yang menganggap bahwa virus yang tadinya epidemic menjadi pandemi artinya itu serius mengancam," ujarnya dalam siaran live instagam dengan media, Jumat (5/6/2020).

"Ketika negara itu menganggap itu serius, maka itu akan terefleksi di beberapa negara,” katanya. 

Ketika virus merebak di Wuhan dan menghebohkan beberapa negara, Selandia Baru sudah melakukan kordinasi dan langkah-langkah persiapan jika virus cepat atau lambat akan masuk ke negara mereka.

Hal kedua yang dilakukan Selandia Baru adalah membangun infrastruktur.

Dalam hal ini Dubes RI itu menyebut infrastruktur yang berupa undang-undang (UU) yang ada di bawah payung hukum.

“Undang-undang dan kebijakannya itu penting untuk negara demokratis seperti Selandia Baru. Jangan sampai terjadi pelanggaran HAM," katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Tags:
Selandia BaruVirus CoronaCovid-19
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved