Virus Corona
Banyak Pelanggar Protokol, Mahfud MD Akui Masyarakat Sulit Tertib: Mau Ditembak Juga Enggak Boleh
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyadari sulit bagi masyarakat untuk sepenuhnya tertib.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyadari sulit bagi masyarakat untuk sepenuhnya tertib.
Hal itu ia sampaikan menanggapi perilaku masyarakat di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19).
Seperti diketahui, masih banyak orang yang melanggar protokol kesehatan yang dianjurkan untuk mencegah penularan virus.
• Jakarta Longgarkan PSBB, Pakar Epidemiologi Ungkap Situasi Belum Aman: Dalam Seminggu akan Meledak
Dilansir TribunWow.com, Mahfud MD kemudian menanggapi hal itu melalui tayangan Apa Kabar Indonesia Malam di TvOne, Jumat (5/6/2020).
"Memang problem kita itu masyarakat yang tidak bisa tunduk pada aturan-aturan. Banyak yang acuh," papar Mahfud MD.
"Itu bisa kita lihat sehari-hari banyak yang terjadi di mal, di pasar. Kemudian hari ini di Jakarta juga terjadi, di mana orang tiba-tiba buka toko dan orang berkerumun di situ," jelasnya.
Mahfud MD menyadari ketidakdisiplinan menjadi masalah tersendiri dalam penanganan Virus Corona di Indonesia.
Ia menyebutkan sejauh ini pemerintah sudah berupaya membuat kebijakan yang dapat meningkatkan ketertiban masyarakat.
Menurut Mahfud, penurunan aparat keamanan adalah bagian dari kebijakan tersebut.
"Adapun kebijakan pemerintah sudah jelas. Kita minta, misalnya, masyarakat ditertibkan sesuai dengan kebijakan atau peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah," kata Mahfud.
"Untuk itu kita mengerahkan tiga kekuatan, yaitu TNI, Polri, Satpol PP, kemudian pemerintah daerah diminta juga aktif menggerakkan birokrasinya agar jadi contoh," jelasnya.
• Dokter Tirta Kecewa Banyak Masyarakat Masih Nekat Langgar PSBB: Warga Maunya Apa Sih?
Meskipun begitu, ia mengakui tidak bisa masyarakat seratus persen taat dengan aturan.
"Tetapi kalau kita menunggu semua orang taat, lalu kita harus mengurung diri, juga tidak tepat untuk masyarakat Indonesia," ungkapnya.
Maka dari itu, Mahfud menyebutkan yang lebih penting adalah pendisplinan.
"Yang penting bagaimana sekarang ini kita menegakkan aturan-aturan itu," jelas Menko Polhukam tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/menko-polhukam-mahfud-md-menyebutkan-banyak-orang-sulit-menaati-protokol-kesehatan-covid-19.jpg)