Virus Corona
Mobil Lab BNPB Batal Diberikan ke Surabaya, Risma Ngamuk: Kalau Mau Boikot Jangan Gitu Caranya
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meluapkan kemarahannya karena tidak jadi mendapat bantuan mobil laboratorium PCR.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
"Apa pula Pak. Kalau mau boikot jangan gitu Pak caranya," tegurnya dengan nada tinggi.
Ia bahkan mengancam akan blak-blakan membicarakan kasus tersebut ke publik.
• Mal di Surabaya Penuh meski PSBB, Risma Sedih tapi Coba Maklum: Kalau Sudah Begitu ya Saya Mikir
Risma merasa prihatin karena banyaknya pasien yang menunggu untuk dapat dites.
"Saya akan ngomong ini ke semua orang," ancam Risma.
"Bapak tahu? Pasien itu sudah nunggu di Asrama Haji," lanjutnya.
Risma menyebutkan dirinya sudah memohon-mohon agar bisa mendapat bantuan mobil laboratorium itu.
Seperti diketahui, mobil laboratorium itu dapat mempercepat proses tes swab.
"Saya minta tolong ke mana-mana itu ngemis-ngemis Pak," ungkap Risma.
"Saya enggak terima Pak, betul saya enggak terima. Saya dibilang enggak bisa kerja," bentak dia.
Ia merasa bantuan tersebut diserobot untuk wilayah lain yang tingkat kasusnya tidak setinggi Surabaya.
"Siapa yang enggak bisa kerja sekarang, kalau ngawur nyerobot gitu?" tanya Risma lagi.
Dikutip dari Surya.co.id, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengirimkan mobil tersebut untuk Lamongan dan Tulungagung.
Sebelumnya kedua mobil itu sempat beroperasi selama dua hari di Surabaya dan Sidoarjo.
Khofifah menyampaikan ucapan terima kasih karena mendapat bantuan BNPB.
"Alhamdulilah kami kembali mendapat bantuan dari BNPB, berupa dua unit mobil mesin PCR," kata Khofifah Indar Parawansa, Jumat (29/5/2020).