Breaking News:

Terkini Daerah

Kakek di Pekalongan Tewas Bunuh Diri, Hidup Sebatang Kara: Anaknya Melaut, Istrinya Meninggal

Seorang kakek di Pekalongan ditemukan warga tewas setelah gantung diri pada Minggu (24/5/2020) sekitar pukul 19.00 WIB.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
Capture Youtube Tribun Jateng
Budiman (62) ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya di Jalan Matana, Gang Rukun, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Minggu (24/5/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Seorang kakek di Pekalongan ditemukan warga tewas setelah gantung diri pada Minggu (24/5/2020) sekitar pukul 19.00 WIB.

Pria tersebut bernama Budiman Subandi (62) dan merupakan warga Jalan Matana, Gang Rukun, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Seusai peristiwa itu diketahui, warga sekitar yang ingin tahu tampak berkerumun di rumah korban.

Ilustrasi bunuh diri
Ilustrasi bunuh diri (Ist)

Pulang dari Rantau, Pria Ini Bunuh Nenek Mertuanya karena Dihina Jadi Korban PHK dan Miskin

Dilansir TribunWow.com, ketua RT setempat menyampaikan kronologi kejadian sampai Budiman ditemukan tewas di rumahnya.

Awalnya, tetangga sekitar curiga karena kondisi rumah yang gelap menjelang malam.

"Tadi ada laporan dari warga ke rumah. Sudah ada kecurigaan karena lampunya padam dari sekitar jam 17.00," kata Ari Sandi, dalam tayangan kanal YouTube Tribun Jateng, Senin (25/5/2020).

Ia dan beberapa warga lainnya berinisiatif mendobrak pintu rumah korban.

"Kemudian setelah jam 18.45 saya langsung ke TKP dan kita enggak berani dobrak pintunya," kata Ari.

"Kita panggil dari pihak keluarga. Setelah pihak keluarga mengizinkan, kita dobrak pintunya," lanjutnya.

Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tewas.

"Kita cari ke dalam, kita temukan jenazahnya," ungkap Ari.

Ia menduga Budiman sudah sejak lama menderita depresi.

Ari mengonfirmasi korban hanya tinggal seorang diri di rumahnya saat itu.

"Tinggal sendirian," katanya.

Budiman diketahui adalah warga setempat asli.

Kejadian itu dikonfirmasi Kapolsek Pekalongan Timur Kompol Djunaidi.

"Untuk penemuan mayat di Poncol, itu TKP di Jalan Matana Gang Rukun," kata Djunaidi.

Ia mengungkapkan kronologi awalnya mendapat laporan tentang meninggalnya Budiman.

PDP Corona Bunuh Diri Lompat dari Lantai 4 RS di Jakarta, Teman Sekamar: Minta Pulang ke Rumah

"Ada warga masyarakat yang lapor kepada kita sekitar jam 19.00," jelasnya.

Menurut Djunaidi, korban sudah sejak lama memiliki keinginan bunuh diri.

"Awalnya diketahui dari warga bahwa dia itu akan bunuh diri dengan jalan membakar diri," ungkap Djunaidi.

"Terus diketahui warga, diamankan. Enggak jadi," lanjutnya.

Sesaat sebelum melakukan bunuh diri, Budiman sempat dikunjungi keponakan di rumahnya.

"Dia masuk rumah sore-sore dikasih makan sama keponakan, dibawakan makanan nasi," kata Djunaidi.

"Itu dia bukanya bukan buka secara lebar, cuma sedikit," jelasnya.

Keponakannya sempat ingin menemani Budiman karena prihatin dengan kondisinya.

Namun Budiman melarang dan menyuruh keponakannya pergi.

"Terus keponakan kepengennya menemani karena korban kelihatannya sudah depresi," papar Djunaidi.

"Tapi enggak boleh, terus ditutup. Keponakannya pergi," lanjut dia.

Ia membenarkan Budiman tinggal seorang diri.

"Hidup sebatang kara. Punya anak, anaknya berangkat melaut," jelasnya.

"Istrinya sudah meninggal," kata Djunaidi.

Tindakan bunuh diri tersebut dilakukan korban dengan menggunakan tali rafia.

Berdasarkan pemeriksaan Tim Inafis, perbuatan Budiman adalah murni bunuh diri dan tidak tampak tanda-tanda penganiayaan.

Penyesalan Ayah dari Remaja yang Bunuh Bocah, Merasa Kecolongan hingga Harus Pindah Rumah

Lihat videonya mulai dari awal:

PDP Corona Bunuh Diri Lompat dari Lantai 4 RS di Jakarta

Seorang pasien dalam pemantauan (PDP) tewas bunuh diri setelah lompat dari lantai empat RS Hermina, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (17/5/2020) pagi.

Dikutip TribunWow.com, pasien tersebut berinisial MR dan berusia 72 tahun.

Korban diketahui lompat dari ruang isolasi rumah sakit tersebut.

 Ngaku Bosan, 10 Pasien Corona di Ternate Kabur dari Karantina: Mereka Merasa Sehat Tanpa Gejala

Menurut keterangan saksi mata sekaligus teman sekamar, korban sempat meminta agar dapat dipulangkan.

Korban juga diduga ingin bertemu dengan keluarganya.

Kejadian tersebut dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Heri Purnomo.

"Di RS Hermina ada salah satu pasiennya yang saat ini di rumah sakit tersebut, atas nama saudara MR, itu melompat dari lantai empat ruang isolasi PDP RS Hermina," kata AKBP Heri Purnomo, dalam tayangan Kabar Utama di TvOne, Minggu (17/5/2020).

Teman sekamar mengungkapkan kondisi korban pada malam sebelum peristiwa bunuh diri itu terjadi.

"Menurut kesaksian teman yang satu kamar dengan yang bersangkutan, malam sebelum kejadian yang bersangkutan ingin kembali atau ingin pulang ke rumahnya," papar Heri.

Pagi-pagi korban membuka jendela untuk keluar ke balkon.

"Tadi pagi jam 9.30 teman sekamarnya melihat korban membuka jendela," kata Heri.

"Kemudian keluar dari jendela menuju arah balkon RS Hermina," lanjutnya.

Saat itu teman sekamar mendengar suara seperti benda jatuh dengan keras.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Heri Purnomo memberikan keterangan PDP yang tewas bunuh diri di RS Hermina, Minggu (17/5/2020).
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Heri Purnomo memberikan keterangan PDP yang tewas bunuh diri di RS Hermina, Minggu (17/5/2020). (Capture YouTube TvOne)

 9 Jamaah Positif karena Imam Tarawih Pasien Covid-19, Camat Tambora: Belum Mau Dibawa ke Rumah Sakit

Saat dilihat ke bawah, korban sudah melompat dan tubuhnya berada di area masuk parkir.

Akibatnya ia tewas seketika.

"Tidak lama kemudian terdengar suara benda jatuh," kata Heri.

"Pada saat dilihat, ternyata korban sudah berada di bawah dan dalam posisi menjatuhi area parkir," lanjut dia.

"Sudah dalam kondisi tewas," ungkap Heri.

Dikutip dari Kompas.com, seorang saksi mata lain juga menuturkan kejadian tersebut.

Ismail yang tengah bertugas mengaku mendengar bunyi terjatuh yang keras.

Ia kemudian langsung menghubungi aparat kepolisian.

Oleh karena status korban sebagai PDP, ia akan dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan penanganan Virus Corona (Covid-19).

"Penanganan terhadap korban dilakukan SOP Covid-19," jelas Heri Purnomo. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)

Sumber: Tribun Jateng
Tags:
Akhiri HidupPekalongan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved