Breaking News:

Virus Corona

Soal PSBB, dr Erlina Burhan Singgung Pihak yang Minta Segera Dilonggarkan: Terima Kasih Pak Ngabalin

Dokter spesialis paru Erlina Burhan menegaskan belum saatnya melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Ananda Putri Octaviani
YouTube Apa Kabar Indonesia tvOne
Dokter spesialis paru, Erlina Burhan dalam kanal YouTube Apa Kabar Indonesia tvOne, Kamis (21/5/2020). Erlina Burhan angkat bicara soal tagar 'Indonesia Terserah' yang sempat viral di media sosial. 

TRIBUNWOW.COM - Dokter spesialis paru Erlina Burhan menegaskan belum saatnya melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dikutip TribunWow.com, hal itu ia sampaikan untuk menanggapi penjelasan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.

Seperti diketahui, sejumlah daerah masih menerapkan PSBB untuk menekan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Sejumlah kendaraan melintas di jalan tol Cawang, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2020). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut, terjadi penurunan arus lalu lintas atau traffick jalan tol di tiga wilayah jalan tol, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Banten, berkisar 42 persen sampai dengan 60 persen, sebagai dampak dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tribunnews/Jeprima
Sejumlah kendaraan melintas di jalan tol Cawang, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2020). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut, terjadi penurunan arus lalu lintas atau traffick jalan tol di tiga wilayah jalan tol, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Banten, berkisar 42 persen sampai dengan 60 persen, sebagai dampak dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

 

Awalnya Dicegat karena Berplat Malang, Viral Habib Umar yang Ngamuk ke Petugas PSBB Bisa Dipidana

Meskipun begitu, wacana pelonggaran PSBB mulai santer dibicarakan.

Menanggapi hal tersebut, dr Erlina Burhan meminta masyarakat dan pemerintah bersabar dalam mencabut PSBB.

Awalnya, ia menanggapi penjelasan Ali Ngabalin yang menegaskan pemerintah akan melanjutkan PSBB.

"Jadi saya berterima kasih melalui Pak Ngabalin karena PSBB dipertahankan," ungkap dr Erlina Burhan, dalam tayangan Dua Sisi di TvOne, Kamis (21/5/2020).

Ia menegaskan saat ini masih riskan jika ingin melonggarkan PSBB.

"Dalam situasi Covid-19 di Indonesia saat ini yang kasusnya terus bertambah, PSBB wajib dipertahankan," kata Erlina.

"Jangan sampai longgar. Kondisi kita belum sampai longgar," tegasnya.

Ia kemudian menyinggung banyaknya pihak yang merongrong agar PSBB dicabut.

"Kalau sampai ada unsur-unsur yang mengatakan harus dilonggarkan, itu tandanya menyerah," ungkap Erlina.

"Padahal seharusnya Indonesia jangan menyerah," tambah dia.

Erlina juga menyinggung ungkapan 'Indonesia Terserah' oleh para petugas medis yang sempat viral di media sosial.

Ia menyebutkan ungkapan tersebut harus diganti.

"Jadi tagline 'Indonesia Terserah' kita ganti jadi 'Indonesia Jangan Menyerah'," kata Erlina.

Sukses Jadi Zona Hijau Corona, Tegal Tutup PSBB dengan Penyemprotan Disinfektan oleh 2 Helikopter

Erlina menyebutkan pemerintah pun mulai harus mengambil sikap dalam menghadapi pandemi.

"Jangan menyerah bukan saja masyarakat, tapi juga pemerintah jangan menyerah," katanya.

"Kalau sampai melonggarkan, itu namanya menyerah," ungkapnya.

Erlina menuturkan baik masyarakat maupun pemerintah harus belajar sabar dalam menghadapi pandemi.

"Kita sama-sama sabar sedikit, ya. Sabar sedikit lagi," imbau dokter tersebut.

"Mungkin kalau nanti kita semua disiplin, kasus semakin menurun, mungkin bertambah landai," tambahnya.

"Saat itu kita bisa melonggarkan PSBB dan mulai memikirkan, mempersiapkan untuk new normal," kata Erlina.

Ia menambahkan the new normal atau kebiasaan baru tersebut termasuk kewajiban memakai masker saat berkegiatan.

Erlina mengungkapkan protokol itu dianjurkan.

"Penularan Covid-19 ini melalui droplet, tetapi ada saat-saat tertentu melalui airborne," jelas dia.

"Yaitu pada saat petugas kesehatan melakukan tindakan seperti melakukan inhalasi, itu 'kan ada uap. Partikel virus ikut keluar bersama dengan uap tersebut dan ada di udara," tambah Erlina.

dr Erlina Bahas Indonesia Terserah, Ali Ngabalin Terdiam Ingat Dokter yang Meninggal: Ini Dukungan

Lihat videonya mulai menit 1:20

Punya Permintaan ke Jokowi

Dokter spesialis paru-paru Erlina Burhan menyampaikan hal yang perlu dipertimbangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani pandemi Virus Corona.

Dikutip TribunWow.com, hal itu ia sampaikan ketika diundang dalam Indonesia Lawyers Club (ILC) di TvOne, Selasa (5/5/2020).

Seperti diketahui, sejumlah daerah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi menghambat penyebaran Virus Corona (Covid-19).

 Wacana PSBB Dilonggarkan, dr Erlina Burhan Sebut Rumah Sakit Kewalahan: Di Italia Dokter Playing God

Larangan mudik juga telah disampaikan pemerintah untuk mengurangi transmisi virus antardaerah.

Awalnya, presenter Karni Ilyas bertanya tanggapan Erlina Burhan tentang isu PSBB akan dilonggarkan.

Dr Erlina Burhan menegaskan tidak setuju terkait wacana tersebut.

"Saya sungguh berharap Pak Presiden mendengarkan kami tenaga medis," tegas Erlina Burhan.

Hal itu ia sampaikan mengingat tenaga medis adalah garda terdepan dalam perjuangan melawan Virus Corona.

"Kami ini 'kan di hilir, menerima apa yang terjadi di hulu. Di hulu ini seharusnya pencegahan," papar Erlina.

"Kalau ini tidak bisa dilaksanakan dengan baik, saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada fasilitas kesehatan dan para petugas kesehatan," lanjut dia.

Juru Bicara Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Erlina Burhan dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (5/5/2020).
Juru Bicara Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Erlina Burhan dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (5/5/2020). (Capture YouTube Indonesia Lawyers Club)

Ia menyebutkan saat ini masih terlalu dini untuk mencabut kebijakan PSBB.

Erlina mengatakan saat ini kasus positif masih dapat melonjak.

"Saya sedikit berani mengatakan, kalau ini dilakukan dengan cara prematur, suatu ketika akan mendapat serangan yang cukup (besar), atau jumlah kasus yang cukup banyak," jelas dia.

Erlina menuturkan kemungkinan sebagian besar pasien yang terkena gejala ringan kemungkinan akan sembuh.

"Saya selalu katakan. Kalau banyak sekali, 80 persen ringan nih, oke kemungkinan sembuh," papar Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 PB IDI ini.

Meskipun begitu, sisa pasien lainnya yang menderita gejala berat harus dirawat.

 Bahas PSBB, Pengamat Soroti Sanksi Khofifah: Apalagi Orang Indonesia Tidak Bisa Diminta Tolong

Erlina menyebutkan belum tentu petugas medis akan sanggup menangani jumlah pasien tersebut.

"Tapi yang 20 persennya dari yang banyak itu harus dirawat," ungkap dokter spesialis tersebut.

"Kita tidak cukup kuat untuk itu," tambah Erlina.

"Jadi tolong juga dipikirkan kami di rumah sakit, tenaga kesehatan," lanjut dia. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)

Tags:
PSBBErlina BurhanCoronaAli NgabalinCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved