Terkini Nasional

Said Didu Dipolisikan Luhut, Refly Harun Turut Singgung Nama Faisal Basri: Kritiknya Lebih Keras

Refly Harun secara terang-terangan menyinggung konflik Said Didu, dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Tribunnews
Said Didu (kiri) dan Luhut Binsar Pandjaitan (kanan). Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun secara terang-terangan menyinggung konflik Said Didu dan Luhut Binsar. 

TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun secara terang-terangan menyinggung konflik Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu, dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Dilansir TribunWow.com,  sebelumnya Said Didu dilaporkan ke pihak kepolisian oleh Luhut Binsar atas kasus pencemaran nama baik.

Terkait hal itu, Refly Harun lantas menyebut Said Didu sebagai orang terpilih.

Lantas apa maksud pernyataan Refly Harun?

Said Didu didampingi para kuasa hukum seusai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jumat (15/5/2020).
Said Didu didampingi para kuasa hukum seusai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jumat (15/5/2020). (Tribunnews.com/Theresia Felisiani)

 

Habib Bahar bin Smith Kembali Diamankan Aparat Kepolisian, Diduga Langgar Program Asimilasi

Penahanan Habib Bahar Dipindah ke Nusakambangan, Aksi Provokatif Simpatisan Jadi Alasannya

Melalui kanal YouTube miliknya, Refly Harun, Jumat (22/5/2020), Refly mulanya menjelaskan pemberitaan soal dirinya yang ramai dibahas di media sosial.

Dalam suatu acara bersama Politikus senior Amien Rais, Refly menjawab satu pertanyaan terkait penangkapan kembali Habib Bahar bin Smith.

"Lalu ada yang tanya, tanya Pak Amien tapi juga nitip pertanyaan ke saya soal penangkapan Habib Bahar," ucap Refly.

Ia menilai, ada permasalahan penegakan hukum dalam kasus Habib Bahar.

Jika Habib Bahar kembali ditangkap hanya karena melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Refly menganggap ada banyak orang lain yang seharusnya turut diciduk polisi.

Pasalnya, menurut dia banyak warga yang secara terang-terangan melanggar PSBB namun hanya diberi hukuman ringan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Ananda Putri Octaviani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved