Indonesia Terserah
VIRAL Video Pria Berhazmat Sindir Masyarakat, Teriak di Jalanan: Kami Capek, Ayo Keluar Rumah Semua
Sebuah video memperlihatkan pria memakai hazmat berteriak di jalanan viral di media sosial.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Sebuah video memperlihatkan pria memakai hazmat berteriak di jalanan viral di media sosial.
Satu di antaranya diunggah oleh akun @ndorobeii, Jumat (22/5/2020).
Diebutkan, aksi tersebut dilakukan soerang diri di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.
Pria tersebut berteriak menyindir masyarakat yang tetap nekat keluar rumah di tengah pandemi Virus Corona.
"Biar kami yang ada di dalam. Kami capek, kami capek, ayo keluar rumah semua. Kalau ingin Indonesia seperti Ekuador, ayo keluar rumah semua," teriaknya.
• Anggap Reaksi Sesaat, Erlina Burhan Ungkap Pemicu Tagar Indonesia Terserah: Kita Lihat Positifnya
Dikutip dari Surya, pria tersebut adalah Henry Sulfianto, yang beraksi menuju pusat perbelanjaan di Bangil, Kamis (25/5/2020) sore.
Menggunakan APD lengkap, Henry membentangkan poster di depan pusat perbelanjaan tersebut.
Ini adalah bentuk keprihatinan atas banyaknya warga Pasuruan yang terpapar Covid-19.
Di sisi lain, ini adalah sindiran untuk masyarakat yang tidak mempedulikan bahayanya virus ini, dan seolah mengabaikan anjuran yang sudah dikeluarkan pemerintah.
"Kami peduli terhadap para medis yang sudah berjuang mati-matian melawan Covid-19."
"Di sisi lain, kami juga prihatin karena masyarakat tetap berbelanja baju menjelang lebaran tanpa memikirkan resiko penyebaran Covid-19," kata Henry usai melakukan aksi.
• Viral Pria Komentar di FB Ancam Bom jika Tak Diizinkan Masuk Bali, Kini Akhirnya Ditangkap Polisi
• Hasil Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal Idul Fitri Diumumkan Hari Ini Jumat 22 Mei, Cek Lokasi Hilal
Henry menyebut, masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan.
Mereka tetap berkerumun dan berburu di mall atau pusat perbelanjaan untuk membeli kue ataupun baju persiapan menyambut lebaran.
"Kami jujur sangat prihatin. Mereka lupa, ada tim medis yang terus berjuang."
"Banyak para medis yang berjuang untuk merawat pasien Corona, tapi ini masih banyak masyarakat yang mengerumuni mal dan santai," tambah dia.