Viral Medsos
Viral Pria Jual Blender Bekas sambil Menangis di Pinggir Jalan, Sujono: Untuk Beli Beras
Viral sebuah video yang menayangkan seorang pria menangis saat menjual blender di pinggir jalan di Magetan, Jawa Timur.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Viral sebuah video yang menayangkan seorang pria menangis saat menjual blender di pinggir jalan di Magetan, Jawa Timur.
Ternyata pria tersebut menjual blender bekas di pinggir jalan raya Magetan-Maospati lantaran tidak bisa membeli makan keluarganya.
Ia yang sehari-hari berjualan pentol tersebut sudah tiga bulan tidak bisa lagi berdagang karena tempatnya biasa mangkal telah ditutup karena menjadi salah satu klaster penyebaran Virus Corona.
• Viral Video Adu Mulut Petugas dan Pedagang di Bogor yang Tak Terima Ditertibkan: Diam Kamu!
Dilansir Kompas.com, Kamis (21/5/2020), pria yang menjual blender tersebut adalah Sujono (40), seorang warga Desa Pojok Sari, Kabupaten Magetan.
Saat ditemui di rumahnya, Sujono mengaku sama sekali sudah tidak memiliki uang untuk membeli beras.
Satu-satunya barang yang bisa dijualnya adalah blender bekas yang telah sementara waktu dimilikinya.
"Sudah tidak mempunyai uang untuk beli beras. Barang yang bisa dijual ya hanya blender," tutur Sujono.
Di rumah milik ibunya tersebut, Sujono tinggal bersama sang ibu yang tengah sakit bersama istri serta anaknya.
Ia sebelumnya bekerja menjajakan pentol keliling, namun terpaksa harus berhenti setelah tempat ia biasa berjualan di tutup.
Sujono biasanya berkeliling di kawasan Pondok Pesantren Al Fatah Temboro Magetan.
• Fotonya yang Tak Patuhi Physical Distancing Jadi Viral, Bambang Soesatyo: Itu Semua Salah Saya
Namun kawasan tersebut telah ditutup karena menjadi satu di antara klaster penyebaran Virus Corona.
Ia pun terpaksa berhenti berjualan, dan hingga saat ini sudah hampir 3 bulan ia tidak bisa berjualan.
Akhirnya Sujono dan istri kini beralih profesi menjadi pengumpul kayu bakar.
Mereka mengumpulkan kayu kering dan bambu kering untuk dijual berkeliling.
Biasanya mereka mendapat penghasilan dari sekitar Rp 5.000 hingga Rp 10.000, namun tak jarang juga mereka tidak mendapatkan uang sama sekali.