Breaking News:

Viral Medsos

Viral Pria di Magetan Jual Blender Sambil Menangis, Sehari-hari Cari Kayu Bakar Nafkahi Keluarga

Pandemi Covid-19 mengakibatkan Sujono (40) tidak bisa bekerja dan mencari nafkah sehingga memaksanya untuk menjual barang demi nafkahi keluarga.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
(KOMPAS.COM/SUKOCO)
Postingan video seorang bapak yang menjual blender di pinggir jalan karena lapar sambil menangis menjadi viral. 

TRIBUNWOW.COM - Warganet dibuat bersimpati dengan beredarnya video pria yang menangis sambil berjualan blender di pinggir jalan.

Viral di media sosial, diketahui pria yang ada di dalam video tersebut adalah Sujono (40) seorang warga Desa Pojok Sari Kabupaten Magetan.

Bekerja sebagai pedagang pentol keliling, Sujono mengakui blender tersebut dijual untuk makan anak dan istrinya.

Sujono, pria yang menjual blender sambil menangis di pinggir jalan, saat ditemui di kediamannya di Desa Pojok Sari, Magetan, Rabu (20/5/2020).
Sujono, pria yang menjual blender sambil menangis di pinggir jalan, saat ditemui di kediamannya di Desa Pojok Sari, Magetan, Rabu (20/5/2020). (KOMPAS.com/SUKOCO)

Di Mata Najwa, Mbah Minto yang Viral di YouTube Ungkap Latar Belakangnya, Biasa Jadi Tukang Kerok

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (20/5/2020), Sujono mengakui setelah pandemi Virus Corona (Covid-19) melanda wilayah dagangannya, ia sudah tidak lagi berjualan.

Sebelum pandemi mewabah, ia berjualan di kawasan Pondok Pesantren Al Fatah Temboro Magetan yang saat ini sudah ditutup karena menjadi klaster penyebaran Covid-19.

“Sudah tidak mempunyai uang untuk beli beras. Barang yang bisa dijual ya hanya blender,” kata Sujono saat ditemui di rumahnya, Rabu (20/5/2020).

Tak bisa lagi mencari uang dengan berjualan pentol, Sujono akhirnya menjadi pengumpul kayu bakar.

Bersama istrinya, mereka mengumpulkan kayu dan bambu kering untuk dijual.

Kayu bakar yang berhasil ia kumpulkan dijual dengan cara berkeliling di kampung-kampung.

Pendapatan dari penjualan kayu bakar tersebut sangat mepet untuk menafkahi anak, istri dan ibunya.

Paling banyak Sujono bisa meraup hanya Rp 10.000.

“Kadang laku Rp 10.000 kadang hanya Rp 5.000. Kalau dari pagi hujan, maka kami tidak mempunyai penghasilan,” katanya.

Jumlah tersebut harus ia bagi untuk makan dirinya, anak, istri, dan ibunya.

Terlebih ibu dari Sujono juga menderita sakit diabetes.

Di tengah kondisinya yang kesulitan untuk hidup, Sujono mengaku belum mendapat bantuan dari pemerintah.

Ironi di Tengah Pandemi, Abainya Masyarakat akan Protokol Kesehatan dan Jumlah Kasus yang Meningkat

Halaman
12
Tags:
Berita ViralMagetanKemiskinanVirus Corona
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved