Virus Corona
Kisah Penulis Buku Harian soal Corona di Wuhan, Dicap Pengkhianat dan Jadi Sasaran Warganet China
Buku harian seorang penulis yang mendokumentasikan kehidupannya di Wuhan pada hari-hari awal wabah Virus Corona kini telah diterjemahkan ke Inggris.
Editor: Ananda Putri Octaviani
Media pemerintah China juga telah memperjelas posisi mereka terhadap sosok Fang Fang.
"Kenaikan globalnya yang didorong oleh media asing telah membunyikan alarm bagi banyak orang di China bahwa penulis kemungkinan telah menjadi alat praktis lainnya bagi Barat untuk menyabotase apa yang sudah dilakukan rakyat China," tulis sebuah artikel dari Global Times.
"Buku hariannya hanya mengungkap sisi gelap di Wuhan sementara mengabaikan upaya yang sudah dilakukan masyarakat setempat dan dukungan meluas di seluruh negeri."
• Tetap Ingin Bertugas, Perawat PDP Corona yang Meninggal di Surabaya Sempat Diminta Berhenti Kerja
Bagaimana bukunya diterima?
Sulit dikatakan karena buku itu baru tersedia pada Jumat (15/05) lalu.
The New York Times memuji kekuatan kejujurannya, dengan mengatakan "dia mungkin hidup lebih tenang selama lockdown, tetapi dia menulis kalimat-kalimat yang berani".
Sebuah tinjauan oleh NPR mengatakan buku harian itu merupakan "dokumen sederhana, tragis dan absurd selama 76 hari lockdown Wuhan", namun menyesalkan terjemahan dalam bahasa Inggris yang tidak dapat "menangkap aspek multidimensi" yang ditemukan dalam buku harian yang berbahasa China.
Namun di Amazon, buku itu mendapat beberapa ulasan negatif, salah satunya ada yang menyebut buku itu berisi "informasi yang benar-benar palsu".
Namun, pengulas lain memuji buku itu, dengan mengatakan buku hariannya "memberikan gambaran bagaimana rasanya hidup di kota yang disaksikan dari seluruh dunia". (BBC Indonesia)
Artikel ini telah tayang di BBC Indonesia dengan judul Virus Corona di China: Dicap 'pengkhianat' - kisah penulis Wuhan yang buku hariannya soal wabah Covid-19 melahirkan kemarahan China