Terkini Nasional

Penyaluran Bantuan Dinilai Masih Bermasalah soal Data, Presiden Jokowi Minta untuk Libatkan RT/RW

Menyadari adanya data yang tak singkron soal bantuan sosial pada warga, Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta adanya pelibatan RT dan RW.

Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas mengenai percepatan penanganan Covid-19 di Instana Negara, Senin (18/5/2020). Jokowi meminta agar penyaluran bantuan dilakukan transparan. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan masih ada data-data yang tidak sesuai terkait dengan warga yang menerima bantuan sosial (bansos).

Terkait hal tersebut, Presiden Jokowi mendesak agar temuan itu diselesaikan sehingga masyarakat segera mendapat bantuan.

Hal tersebut ia sampaikan dalam rapat terbatas bersama jajaran menteri seperti dilansir oleh Tribunnews.com, Selasa (19/5/2020).

"Memang ini ada data yang tidak sinkron. Saya minta ini agar segera diselesaikan, agar masyarakat yang menunggu bantuan ini betul-betul bisa segera mendapatkan," kata Jokowi.

Ganjar Pranowo Bayangkan Anies Masih Jadi Menteri Jokowi, Duga Masih Jadi Sasaran Bully Banyak Orang

Berandai-andai Ditawari Jadi Menteri, Ganjar Gamblang Ungkap Dukungan untuk Jokowi: Saya Kakinya

Untuk mengatasi hal tersebut, Jokowi menginstruksikan agar dalam penyaluran bansos ini melibatkan RT dan RW.

Dengan melibatkan RT dan RW, Jokowi meminta agar mekanismenya dibuat transparan.

Hal ini agar seluruh bansos baik tunai maupun nontunai yang disalurkan dapat terselesaikan.

"Libatkan, saya kira dilibatkan RT, RW, desa, dibuat mekanisme lebih terbuka, lebih transparan," ucap Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga menyinggung soal kendala penyaluran bansos.

Jokowi menilai hal itu terjadi karena prosedur yang berbelit-belit.

Bansos Diberikan hingga Akhir Tahun, Sri Mulyani Sebut Ada Penyesuaian Besaran Jadi Rp 300 Ribu

Jokowi Sadari Belum Semua Bansos Corona Tersalurkan, Minta Jajarannya Sederhanakan Prosedurnya

Untuk itu, ia menginginkan agar prosedur penyaluran dibuat sesederhana mungkin tanpa mengurangi akuntabilitas.

Bukan cuma itu, terkait dengan keterbukaan dana, Jokowi juga meminta pihak terkait untuk menggandeng KPK, BPK, dan juga Kejaksaan.

"Yang paling penting, bagaimana mempermudah pelaksanaan itu di lapangan, oleh sebab itu keterbukaan diperlukan sekali," ujar Jokowi.

"Dan untuk sistem pencegahan, minta saja didampingi dari KPK, BPK, dari Kejaksaan, kita memiliki lembaga-lembaga untuk mengawasi dan mengontrol agar tidak terjadi korupsi di lapangan," tukasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi Minta Transparansi Penyelesaian Data Bansos: Libatkan RT/RW dan Desa

Ikuti kami di
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved