Pemilik Ponpes Sabilulhuda Kyai Nuri: Sekat Tercipta karena Belum Kenal Satu Sama Lain
Pertentangan antar umat beragama menjadi salah satu problem yang hingga kini masih eksis di Indonesia.
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Masalah yang besar bahkan akan menjadi kecil jika setiap umat beragama saling terikat dengan rohani.
"Maka begitu saya dikasih tahu saudara saya 'romo kevikepan akan ke sini', bagi saya sangat welcome kenapa karena sudah lama saya ingin menjalin hal seperti ini," ungkapnya.
Ibarat hubungan yang tidak dipupuk dengan musuh banyak tebtu akan semakin memperkeruh suasana dan membuat hidup tidak nyaman.
"Musuh saja sudah banyak kok malah ditambah lagi. Kenapa orang suka mencari musuh ya karena kita mencari sekat sendiri. Bagaimana kita ini kalau bisa sinergi sangat nyaman lah. Orang yang tidak punya musuh itu begitu indah hidupnya," ujarnya lagi.
Dalam kesempatan kali ini, Pondok Pesantren Sabilulhuda berkesempatan bertemu dengan pihak Kevikepan di DIY.
Kunjungan ini lantas mendapat respon dan sambutan yang hangat lantaran ini merupakan suatu upaya untuk menjalin silaturahmi.
Dari sutulah terjadi dialog serta pertemuan yang saling menjembatani pemikiran satu dengan lainnya.
Romo Ferdinandus Effendi Kusuma Sunur Sj yang berkarya sebagai Pator Mahasiswa dan di Kevikepan DIY mengamini apa yang diungkapkan oleh Kyai Nuri.
Dia mengatakan bahwa tentunya sekat-sekat tersebut harus diperangi bersama melalui sebuah langkah kecil diantaranya yang bisa dilakuian adalah mau memahami dan saling menyapa satu sama lain.
"Kita sering melihat orang asing dan menjadi mudah curiga. Karena kita seneng hidup dalam itu."
"Kalau saya tidak berjumpa dengan bapak-bapak di sini saya tidak tahu ini pesantren seperti apa."
"Ketika masuk ini welcoming. Ini gimana terimanya ini gimana harus terima. Ini kan tembok," ujarnya.
Tembok yang membatasi hubungan antara umat agama itulah yang harus diruntuhkan.
Cara yang bisa dilakukan beragam dimulai daei hal kecil yakni menyapa dan juga menghilangkan prasangka dengan langkah konkret adalah bekerja dan bersinergi bersama.
"Ada banyak cara supaya bisa memperkenalkan diri dan merangkul satu sama lain, bisa saja menyapa, bisa saja bekerja bersama bisa dalam arti saling membantu," ungkapnya.
(Rilis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pesantren-sabilulhuda-ubi-kayu-perkuat-ikatan-silaturahmi.jpg)