Virus Corona
Jawa Tengah Belum PSBB, Ini Alasan Ganjar Pranowo: Yang Dibutuhkan Literasi Cukup tentang Covid-19
Provinsi Jawa Tengah masih belum menerapakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka penanganan penyebaran Virus Corona.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Provinsi Jawa Tengah masih belum menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka penanganan penyebaran Virus Corona.
Padahal kalau dilihat dari jumlah kasusnya, Jawa Tengah, bisa dikatakan memiliki kasus cukup tinggi.
Dilansir TribunWow.com, Jawa Tengah menempati urutan keempat sebagai provinsi dengan penyebaran Virus Corona tertinggi di Indonesia.
Hingga update terbaru pada Selasa (19/5/2020), jumlah kasus di Jawa Tengah sebanyak 1.165 kasus.

• Soal Peluang Adanya Pelonggaran PSBB, Ali Ngabalin: Kita Lihat karena Kurvanya Juga Turun
• Berandai-andai Ditawari Jadi Menteri, Ganjar Gamblang Ungkap Dukungan untuk Jokowi: Saya Kakinya
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan keberhasilan dalam pengendalian Virus Corona tidak melulu mengharuskan dengan PSBB.
Ganjar menyebut bentuk pengendalian yang pertama harus dilakukan justru terletak pada kesadaran dari masyarakatnya itu sendiri.
Dan menurutnya hal itulah yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Tengah.
"Sebenarnya PSBB pembatasan kegiatan masyarakat PKM atau tidak ada apapun sebenarnya yang dibutuhkan hari ini bagaimana literasi cukup tentang Covid," ujar Ganjar.
"Bagaimana sikap masyarakat bisa berubah, caranya macam-macam," jelasnya.
Orang nomor satu di Jawa Tengah itu mengatakan ketika masyarakat sudah tidak mempan lagi dengan cara persuasif atau imbauan, maka langkah yang diambil adalah dengan menggunakan aturan yang lebih tegas.
Seperti misalnya penerapan PSBB.
• Kata Ali Ngabalin soal Dampak Transportasi Jalan dan Isu Pelonggaran PSBB: Itulah Sebuah Kenyataan
"Satu kita melakukan pendekatan secara persuasif, edukatif, yang kedua kalau tidak bisa maka kita menggunakan regulasi," ungkap Ganjar.
"Pada regulasi ini sebagai Tools untuk Social Engineering" imbuhnya.
Lebih lanjut, Ganjar mengaku sudah menawarkan kepada setiap kepala daerah terkait kemungkinan dilakukan PSBB di daerahnya.
Seperti yang diketahui, di Jawa Tengah hanya Kota Tegal yang sudah menerapkan PSBB yang sudah dilakukan sebelum ada keputusan PSBB.
Menurutnya, kemungkinan lain daerah yang akan menerapkan PSBB yakni Wonosobo.
"Harus saya sampaikan kepada kawan-kawan, 'siapa yang mau PSBB ngacung', saya bilang begitu," kata Ganjar.
"Ini Wonosobo ini kayaknya pingin PSBB karena tiba-tiba terjadi peningkatan cukup tinggi, karena persebaran dari alumni Goa," sambungnya.
Selain itu, saat ini dirinya mengaku sudah mendapatkan gambaran dari penerapan PSBB yang dilakukan oleh beberapa daerah lain.
• Soal Jokowi Target Kurva Corona Turun, Ali Ngabalin Minta Doa: Mei-Juni Itu Kan Panas Banget
Dikatakannya, PSBB yang sudah berlangsung di banyak daerah, khususnya di DKI Jakarta bisa dijadikan acuan untuk diberlakukan di Jawa Tengah, atau setiap daerahnya.
Ganjar menegaskan tidak menyerahkan wewenang sepenuhnya kepada para kepala daerah, baik bupati maupun wali kota untuk urusan PSBB.
Namun, dirinya hanya mengingatkan untuk mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil keputusan tersebut.
"Kita sudah belajar dari banyak tempat, kalaulah kemudian PSBB menjadi cara baik, saya menawarkan kawan-kawan Bupati dan Wali Kota untuk menyampaikan," terang Ganjar.
"Hanya selalu saya minta untuk menghitung beberapa aspek yang ada di sekitarnya, terutama aspek sosial," tegasnya.
"Orang di rumah mereka work from home, stay at home, kemudian tidak bekerja itu klenger, bosan, njelei."
"Kalau kemudian di rumah, posisinya seperti apa," pungkasnya.
• Merasa Sering Dibenturkan dengan Anies, Ganjar Pernah Ungkap Kebingungannya pada sang Gubernur DKI
Simak videonya mulai menit awal:
(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)