Breaking News:

Virus Corona

Benarkan Aksi 'Indonesia Terserah' sebagai Bentuk Keprihatinan, IDI Sebut Buntut Kebijakan Plin-plan

Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Mohammad Adib Khumaidi membenarkan aksi 'Indonesia Terserah' yang dilakukan oleh para tenaga medis.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
Youtube/tvOneNews
Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Mohammad Adib Khumaidi membenarkan aksi 'Indonesia Terserah' yang dilakukan oleh para tenaga medis. 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Mohammad Adib Khumaidi membenarkan aksi 'Indonesia Terserah' yang dilakukan oleh para tenaga medis.

Dilansir TribunWow.com, para tenaga medis menyuarakan apa yang dirasakannya setelah melihat kondisi masyarakat Indonesia yang masa bodoh terkait penanganan Virus Corona.

Mereka terkesan menyepelekan penularan Virus Corona dan tentunya seakan tidak menghargai kerja keras yang dilakukan oleh tenaga medis.

Tangkapan layar postingan dr Tirta soal Indonesia Terserah (16/5/2020).
Tangkapan layar postingan dr Tirta soal Indonesia Terserah (16/5/2020). (instagram@dr.tirta)

Viral Indonesia Teserah, Dokter Ungkap Pengorbanan Selamatkan Korban Corona: Rasanya Sakit Hati

Adib Khumaidi menilai apa yang dilakukan oleh masyarakat tidak mencerminkan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Termasuk juga tidak mengindahkan imbauan dari pemerintah untuk melakukan physical distancing dan tetap di rumah saja.

Ia mengaku sangat prihatin menyaksikan kondisi yang sedang terjadi di tengah pandemi Virus Corona.

Karena di satu sisi, tenaga medis berjuang mempertaruhkan nyawa, tetapi masyarakat justru masih abai.

"Sebuah bentuk keprihatinan kami terhadap proses penanganan Covid-19 ini karena kami masih melihat bahwa ada masyarakat yang masih abai terhadap imbauan-imbauan yang sudah dilakukan oleh pemerintah, aturan-aturan yang sudah dilakukan," ujar Adib Khumaidi.

"Dan masih banyak yang belum memahami bahwa esensi daripada imbauan aturan itu salah satunya adalah untuk memutus mata rantai penularan," jelasnya.

Teriak-teriak Bubarkan Pedagang di Pasar Anyar, Bima Arya: Kita Solidaritas sama Tenaga Kesehatan

Tidak hanya menyoroti masyarakat yang masih 'ngeyel', Adib Humaidi kemudian menyingung kebijakan dari pemerintah.

Menurutnya, kondisi tersebut juga tidak terlepas dari buntut kebijakan yang semrawut dan terkesan plin-plan.

Termasuk kebijakan yang baru yakni memberikan pelonggaran PSBB dan membuka moda transportasi.

Alhasil masyarakat bukan malah semakin terikat, melainkan justru sebaliknya diberikan ruang.

"Masih banyaknya masyarakat yang kemudian berkumpul, bergerombol dan juga ditunjang oleh aturan-aturan yang berubah-ubah," ungkapnya.

Adib Humaidi kemudian menyebut hal itu akan mempunyai risiko besar terhadap masalah kesehatan karena kemungkinan orang yang tertular akan semakin banyak.

Halaman
123
Tags:
Virus CoronaCovid-19Indonesia TerserahIkatan Dokter Indonesia (IDI)pembatasan sosial berskala besar (PSBB)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved