Breaking News:

Puasa Ramadan 2020

Tanya Ustaz: Amalan, Doa, dan Tata Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadan

Sepuluh hari terakhir bulan ramadan, umat muslim tengah berlomba mendapatkan ridha Allah untuk mengejar malam Lailatul Qadar.

TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Lailatul Qadar 

Malam lailatul Qadar keistimewaannya lebih dari 1000 bulan atau sebanding dengan kurang lebih 83 tahun.

Angka 83 tahun tersebut sesuai dengan cerita Rasulullah yang menjelaskan bahwa Bani Israil beribadah tanpa maksiat selama 80 bulan berturut-turut.

Wahid Ahmadi

Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah

Wahid Ahmadi
Wahid Ahmadi (Facebook/Wahid Ahmadi)

 

Jadwal Imsakiyah untuk Bandung dan Sekitarnya: Cek Waktu Imsak, Salat dan Buka Puasa Ramadan 2020

Amalan Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan Rasulullah

Lantas bagaimana ajaran Rasullullah dalam melaksanakan amalan di malam Lailatul Qadar?

Jawaban:

Karena Lailatul Qadar merupakan malam istimewa, maka umat Islam perlu mengisinya dengan hal-hal yang istimewa, yang bisa menarik malaikat.

Para malaikat, dalam kitab-kitab tafsir, menyebutkan pertanda rahmat, kebaikan, dan barakah, ('unwan min al-rahmah, wal-khair, wal barakah) pada malam Lailatul Qadar.

Mengingat hal demikian, maka para malaikat tidak akan mendatangi orang-orang yang pada dirinya tidak terdapat kebaikan, rahmat, dan barakah (yakhlu minal-khairi wal-barakah).

Oleh karenanya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir, salat, istighfar, dan doa.

Doa tersebut berbunyi:

"Allahumma innaka 'afuwwun, tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai kemaafan, maka maafkanlah kesalahanku).

Untuk mendapatkan ampunan dari Allah, kita juga diminta memaafkan orang lain yang bersalah kepada kita, sehingga hati kita juga bersih.

Setelah diri dan hati kita bersih, pada malaikat akan tertarik untuk mendatangi kita.

Saat sudah memperbanyak zikir, salat sampai memanjatkan doa, maka pada saat Lailatul Qadar, kita bisa memanjatkan doa kepada Allah.

"Allahumma in kana ismi fi-ssu'ada' fa atsbithu fihim" (ya Allah, jika namaku terdapat di antara grup orang yang berbahagia, maka tetapkanlah), wa in kana minal-asyqiya' famhahu minhum, waj'alhu minas-su'ada' (dan jika namaku ada di grup orang yang sengsara, maka hapuskanlah, dan jadikan orang yang berbahagia).

Itulah moment Lailatul Qadar sebagai "penentuan urusan" bagi manusia, saat para malaikat berdatangan ke bumi "membagi-bagikan" semua urusan, sehingga kita bisa memohon untuk diberikan "urusan yang baik-baik dan penuh hikmah" (amrin hakim). Mudah-mudahan kita mendapat Lailatul Qadar, dan berbahagia hidupnya (al-su'ada').

(Dr. Aris Widodo, S.Ag., MA./Dosen IAIN Surakarta)

Dr. Aris Widodo, M.A, Dosen IAIN Surakarta
Dr. Aris Widodo, M.A, Dosen IAIN Surakarta (Aris Widodo)

 

Senada dengan Dr. Aris Widodo, M.A, Dosen IAIN Surakarta, Shidiq M.Ag  juga memaparkan penjelasannya terkait amalan yang dianjurkan di malam Lailatul Qadar.

Namun beliau menitikberatkan pada I'tikaf malam untuk menyambut datangnya malam Lailatul Qadar.

Menjemput Lailatul Qadar hendaknya dilakukan dengan memperbanyak amal ibadah, sedekah, zakat dan ibadah lainnya khususnya pada sepuluh hari terakhir ramadan.

(Shidiq, M.Ag/Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta)

Shidiq, M.Ag - Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta
Shidiq, M.Ag - Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta (Tribun Video)

Kirim pertanyaan Anda seputar puasa Ramadan dan Idul Fitri ke nomor WhatsApp 081-326-459-919.

Identitas pengirim, nama dan nomor WhatsApp tidak kami publikasikan.

(TribunWow.com)

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved