Terkini Daerah
Ditemukan Tewas Tergantung, Bocah 10 Tahun di Bima Diduga Diperkosa Kerabat Orangtuanya
Sebelum ditemukan tewas tergantung tali, P (10) diduga kuat menjadi korban pemerkosaan berdasarkan bukti-bukti visum dari tubuh korban.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Penemuan jenazah bocah perempuan berumur 10 tahun sempat menggegerkan warga Kota Bima.
Jasad P ditemukan dalam keadaan tewas tergantung di kamar indekos di Kelurahan Tanjung, Kota Bima pada Kamis (14/5/2020).
Pihak kepolisian menduga korban diperkosa lebih dulu sebelum akhirnya dianiaya dan digantung oleh pelaku.
• Nekat Potong Jari Sendiri, Seorang Ibu Terancam Hukuman Penjara, Kapolda: Tidak Sesuai Kenyataan
Dikutip dari Kompas.com, Minggu (17/5/2020), berdasarkan bukti visum yang dilakukan terhadap jenazah korban ditemukan adanya bekas-bekas penganiayaan.
"Terkait kejadian seorang anak yang ditemukan tewas tergantung, hasil olah TKP sementara bahwa yang bersangkutan terlihat ada unsur dibunuh dengan sengaja," kata Kapolres Bima Kota, AKPB Haryo Tejo Wicaksono SIK, saat konferensi pers di ruang kerjanya, Sabtu (16/5/2020) malam.
Berdasarkan hasil visum ditemukan luka-luka memar di beberapa bagian tubuh korban.
Sedangkan dugaan adanya pemerkosaan berasal dari ditemukannya cairan aneh dan tanda kekerasan di alat vital korban.
"Dari hasil visum memang korban mengalami luka di bagian kemaluannya," ujar Haryo.
Namun belum bisa dipastikan apakah cairan tersebut cairan tubuh manusia atau yang lainnya.
Tim forensik masih terus mendalami asal usul cairan tersebut.
"Untuk memperdalam tersebut, kami membawa almarhum ke Rumah Sakit Bayangkara Polda NTB untuk dilakukan visum lebih lanjut," imbuh Haryo.
Diceritakan Haryo, korban diduga sempat melawan saat akan diperkosa oleh pelaku.
Perlawanan tersebut kemudian berakibat pada penganiayaan terhadap korban.
Korban selanjutnya dianiaya hingga pingsan, lalu digantung di depan pintu indekos.
"Korban ini dilakukan pemerkosaan terlebih dahulu. Kemudian ada perlawanan sehingga terjadi penganiayaan.