Virus Corona
Komentari soal Wacana Pelonggaran PSBB, Faisal Basri Singgung Keinginan Jokowi: Ini Subjektif
Ekonom senior, Faisal Basri mengkritik wacana pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam waktu dekat.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Ekonom senior, Faisal Basri mengkritik wacana pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam waktu dekat.
Dilansir TribunWow.com, Faisal Basri mengatakan pelonggaran PSBB itu dilakukan hanya untuk memenuhi keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sebelumnya, Jokowi menginginkan puncak kasus Virus Corona terjadi pada Mei dan turun pada Juni 2020.
Terkait hal itu, Faisal Basri menilai pelonggaran PSBB dilakukan hanya untuk memenuhi target subjektif.

• Bahas Menteri di ILC, Geisz Chalifah Bandingkan Era Jokowi dengan Soeharto: Kok Saya Jadi Kangen
• Bahas Corona di ILC, Geisz Chalifah Ngaku Kangen pada Sosok Soeharto: Semua Menteri Sama Suaranya
Pernyataan tersebut disampaikan Faisal Basri melalui tayangan Mata Najwa, Rabu (13/5/2020).
"Kelihatannya kan ini mencoba untuk menjabarkan apa keinginan presiden ya," jelas Faisal.
"Presiden kan ingin puncaknya Mei, Juni menurun dan Juli sudah seperti biasa."
Menurut Faisal, penetapan wacana pelonggaran PSBB seolah dilakukan hanya berdasarkan keinginan presiden.
Padahal, Faisal menyebut harus ada data yang kuat untuk bisa melakukan kebijakan baru terkait penanganan Virus Corona.
"Jadi kalau saya lihat jadwalnya hanya merespons apa keinginan presiden, jadi bukan dilandasi oleh scientific evidence, bukan dilandasi oleh data," jelas Faisal.
"Oleh karena itu kalau saya lihat ini keinginan subjektif, tentu saja siapapun ingin lebih cepat."
"Tapi harus ada syarat-syarat yang bisa dipenuhi," sambungnya.
• Pakar Epidemiologi Minta Pemerintah Harus Penuhi 3 Indikator Ini sebelum Lakukan Pelonggaran PSBB
Lebih lanjut lagi, Faisal menyoroti banyaknya kasus baru Virus Corona yang disampaikan pemerintah.
Ia menyebut, banyaknya kasus baru ini tak memungkinkan untuk dilakukan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
"Hari ini itu 689 kasus baru, kalau kita lihat menariknya, saya bukan ahli epidemiologi cuma lihat dari perilaku statistik," jelas Faisal.