Terkini Daerah
Wanita Kejang dan Tewas dalam Taksi Online di Surabaya, Sopir: Aku Dengar Batuk, Kirain Mau Muntah
Seorang sopir taksi online di Surabaya, Gatot, memberikan kesaksian tentang seorang penumpang wanita yang tewas saat ia antar.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Minta tolong, 'Penumpang aku ini tiba-tiba kejang-kejang'," ungkapnya.
Ia mengaku tidak berani menyentuh penumpangnya karena tengah masa pandemi Virus Corona (Covid-19).
"Sama bapak itu aku dibantu. Bapak itu menghubungi ke kecamatan sama kelurahan," papar Gatot.
Gatot menyebutkan sempat melihat kejadian saat penumpangnya mulai batuk-batuk.
"Batuk dua kali. Aku langsung noleh ke belakang," ungkap sopir taksi online ini.
Meskipun kedengarannya hendak muntah, Gatot menuturkan IM tidak sampai muntah.
"Habis itu aku noleh ke belakang, kejang-kejang begini," katanya.
Gatot mengungkapkan IM masih sempat sadarkan diri sebelum akhirnya meninggal dunia.
"Jatuh ke samping, tapi belum ke meninggal," jelas Gatot.
Saat mengantarkan penumpangnya, Gatot mengaku tidak sempat mengobrol banyak.
Membenarkan kesaksian Gatot, Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati Saragih menyampaikan keterangannya dari hasil pemeriksaan.
"Ditemukan ia naik Grab, kemudian pada saat di tengah jalan dari keterangan sopir tersebut, orang tersebut mengalami batuk dua kali," papar Masdawati Saragih.
• Kesaksian Dua dari 4 Tersangka Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online, Dikira Becanda dan Sempat Cegah
"Setelah batuk dua kali langsung jatuh tersungkur di dalam mobil," lanjut dia.
Dugaan sementara penyebab kematian IM adalah serangan jantung.
"Informasi awal mungkin jantung, belum tahap pemeriksaan," jelas Masdawati.