Virus Corona
Karni Ilyas Tanya Mengapa Harus Marah-marah pada Menteri, Sambil Tertawa Bupati Boltim: Itu Spontan
Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim kini tengah menjadi pembicaraan publik.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim kini tengah menjadi pembicaraan publik.
Sehan Salim diketahui sempat menyuarakan kritik kerasnya pada para menteri terkait Bantuan Sosial (Bansos).
Di acara Indonesia Lawyers Club pada Selasa (12/5/2020), Karni Ilyas lantas bertanya mengapa hal itu sampai terjadi.

• Sempat Berseteru dengan Bupati Lumajang, Bupati Boltim di ILC: Dia Tanggung Jawabnya Lebih Gede
Sedangkan, jika Sehan Salim lapor pada Pemerintah Pusat, mereka akan tahu dan memberikan solusi.
"Pak Bupati apapun juga tetap ada jalan kan, artinya kalau Pak Bupati mengusulkan ke Pemerintah Pusat."
"Dan mereka juga dengar pasti ada jalan keluar, mengapa Pak Bupati sampai ngamuk-ngamuk saya dengar," ujar Karni Ilyas.
Sehan menjelaskan bahwa pernyataannya yang sempat viral itu terjadi tanpa unsur ketidaksengajaan.
Ia menceritakan, kemarahannya berawal dari adanya seorang warga yang mengeluh kelaparan pada hari pertama di bulan Ramadan.
"Jadi itu sangat spontan karena itu kejadian kedua, satu hari sebelum Ramadan, rakyat saya menangis di rumah saya."
"Karena mereka itu butuh beras 1 liter untuk malam itu sahur ketika saya tanya kepada salah satu aparat des 'Kenapa mereka tidak boleh dapat'," ujar Sehan.
• Disentil 3 Menteri Jokowi soal Bansos, Anies Baswedan di ILC: Kita yang Ada di Lapangan Tahu Persis
Warga itu tidak mendapat bantuan karena sudah terdaftar pada data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Sedangkan kala itu, BLT belum dapat cair.
Karena bingung, ia lantas bertanya pada anggota DPR.
"Itu yang mendapat BLT enggak boleh dapat, waduh, saya masih agak tenang, tanya ke dinas terkait, katanya memang begitu aturannya."
"Saya agak linglung di situ, nah yang kejadian kedua pada hari Ramadan hari satu itu ada anggota DPR komisi, ada ketua, dan komisi III yang mengawasi," ungkap dia.