Virus Corona
Geser Jawa Barat di Posisi Kedua, Jawa Timur Alami Lonjakan Kasus Corona, Khofifah Sebut Penyebabnya
Jawa Timur mengalami lonjakan jumlah penambahan kasus baru Corona dan membuat menggeser Jawa Barat sebagai provinsi kedua dengan kasus tertinggi.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Jawa Timur mengalami lonjakan jumlah penambahan kasus baru Virus Corona.
Dilansir TribunWow.com, dari total penambahan 399 kasus baru Corona pada Selasa (12/5/2020), 119 di antaranya terdapat di Jawa Timur.
Penambahan 119 kasus juga menjadi terbanyak, mengungguli DKI Jakarta yang mengalami penambahan 96 kasus.

• Pelonggaran PSBB, Jokowi Minta Dilakukan secara Hati-hati, Ingatkan Tingginya Kasus di Pulau Jawa
Dengan tambahan 119 kasus baru tersebut, kini Jawa Timur telah mencatatkan total 1.536 kasus.
Itu artinya, Jawa Timur menggeser Jawa Barat di posisi kedua dengan tingkat penyebaran tertinggi di Indonesia.
Jawa Barat mengalami penambahan sebanyak 29 kasus dan total menjadi 1.493 kasus.
Sementara itu DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif terbanyak, yakni 5.276.
Menanggapi lonjakan jumlah kasus baru di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa buka suara.
Dalam tayangan Youtube KompasTV, Selasa (12/5/2020), Khofifah mengatakan bahwa penambahan kasus baru tersebut bukan menandakan tidak berhasilnya penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Sedangkan lonjakan kasus baru tersebut merupakan hasil pemeriksaan sekitar dua minggu sebelum penerapan PSBB.
Dan hasilnya baru keluar setelah PSBB sudah berlangsung.
• Apakah Virus Corona Bisa Kambuh secara Berulang? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
"Nah ini mislanya beberapa kluster ini kan sebetulnya kira-kira dua minggu terjadi sebelum PSBB, hanya saja data ini keluar setelah PSBB," ujar Khofifah.
"Kami sebetulnya empat hari yang lalu sudah dapat 'Ini bu data-data yang sempat di-VCR, ini yang positif, kira-kira total nanti Surabaya itu 714', ini empat hari yang lalu," jelasnya.
"Ternyata hari ini tembus kalau di Surabaya 741 bukan 714."
Oleh karena itu, Khofifah menyebut bahwa penyebaran Virus Corona masih terus berlangsung, khususnya di Jawa Timur.