Breaking News:

Virus Corona

PSBB Jakarta Terus-terusan Dilanggar, Moeldoko: Semuanya Kembali kepada Masyarakat

Moeldoko menanggapi soal aturan PSBB di Ibu Kota yang masih terus-terusan dilanggar oleh masyarakat meskipun sudah masuk ke tahap kedua.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
YouTube Official iNews
Moeldoko menanggapi soal aturan PSBB yang masih terus-terusan dilanggar oleh masyarakat, Senin (11/5/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko menanggapi soal aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta yang masih juga dilanggar.

Seperti yang diketahui PSBB di Jakarta telah diterapkan sejak 10 April lalu untuk memutus mata rantai pandemi Virus Corona (Covid-19).

Moeldoko mengatakan berhasil atau tidaknya PSBB ditentukan oleh sifat masyarakat patuh atau tidak terhadap aturan tersebut.

AMANKAN - Polisi mendata mobil trevel dan bus yang di data di Polda Metrojaya, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2020). Polda Metro Jaya (PMJ) mengamankan 202 kendaraan bus dan travel gelap yang berupaya membawa pemudik untuk pulang kampung sejak 8-11 Mei 2020. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
AMANKAN - Polisi mendata mobil trevel dan bus yang di data di Polda Metrojaya, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2020). Polda Metro Jaya (PMJ) mengamankan 202 kendaraan bus dan travel gelap yang berupaya membawa pemudik untuk pulang kampung sejak 8-11 Mei 2020. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN (WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN)

Perpanjang Masa Penerapan PSBB, Pemkot Surabaya Bakal Tindak Tegas Pelanggar Aturan

Dikutip dari YouTube Official iNews, Senin (11/5/2020), Moeldoko pertama mengatakan bahwa masyarakat tidak bisa memandang remeh pandemi Covid-19 yang sedang terjadi.

"Ini masyarakat yang pertama memang harus diingatkan bahwa jangan kita melihat situasi ini sepele akhirnya kewaspadaan kita menjadi menurun," jelasnya.

Purnawirawan Jenderal TNI itu juga berpesan terhadap para pemangku kepentingan di sektor-sektor tertentu agar bisa bekerja sama.

"kedua memang perlu ada kesadaran besama dari semua pihak pada sektor-sektor yang akhirnya mendatangkan sekumpulan masa itu harus dikelola dengan sebaik-baiknya," papar Moeldoko.

Namun Moeldoko menekankan kunci keberhasilannya memang terletak di kedisiplinan.

"Yang paling utama adalah bagaimana cara kita mendisiplinkan semua orang," kata Moeldoko.

"Disiplin terhadap aturan protokol yang disepakati bersama, berikutnya dijalankan dengan baik dikawal oleh aparat."

Moeldoko mengatakan apabila masyarakat tidak bisa mematuhi aturan yang ada maka PSBB tidak akan bisa berjalan efektif.

"Tetapi juga sekali lagi semuanya akan kembali kepada masyarakat," ujar dia.

"Kalau dia tidak disiplin maka upaya PSBB ini tidak bisa berjalan dengan baik."

Moeldoko lalu bercerita wilayah yang 50 persen masyarakatnya acuh terahdap protokol penanganan Covid-19, grafik kasus positifnya menunjukkan kenaikan.

Kemduian pada wilayah yang masyarakatnya 70 persen patuh aturan, nampak grafik kasus positif yang landai bahkan cenderung menurun.

Ia lalu meminta agar masyarakat di Jabodetabek agar terus waspada dan tidak lengah.

Moeldoko juga menjawab terkait cara-cara agar masyarakat patuh tidak mudik.

Ia mengatakan langkah tegasnya adalah memperketat pengawasan dan melibatkan TNI untuk sosialisasi.

Tidak tertutup kemungkinan juga untuk penindakan lewat jalur hukum terhadap para pelanggar aturan.

"Paling rendah adalah sosialisasi, berikutnya pengawasan yang ketat berikut tindakan-tindakan yang lebih law enforcement apabila tidak dilaksanakan dengan baik," tandasnya.

Mengamuk karena Tak Terima Ditegur Petugas PSBB, Pemuda Ini Akhirnya Diamankan Polisi

Jenis-jenis Pelanggar Aturan PSBB

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (6/5/2020), Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan pelanggaran aturan PSBB masih ditemukan.

Ia tidak memungkiri ada penurunan angka pelanggar, namun pelanggaran masih tetap terjadi, dan tiap wilayah memiliki jumlah yang berbeda.

"Terkait masalah peningkatan atau penurunan PSBB, kalau di sini hampir 10 persen sudah terjadi kesadaran masyarakat, di tempat lain sudah ada yang 30 persen. Jadi berbeda-beda walaupun masih ada beberpa pelanggaran," kata Fahri dalam keterangannya, Rabu (6/5/2020).

Fahri menjelaskan pelanggaran berupa tidak mengenakan masker dan sarung tangan, serta berboncengan tidak satu KTP.

"Anggota telah melakukan penindakan PSBB, di mana masih ditemukan pengendara roda dua yang tidak menggunakan masker dan sarung tangan juga yang berboncengan tidak satu KTP."

"Tapi pada prinsipnya secara umum terjadi penurunan pelanggaran PSBB, masyarakat sudah banyak yang mematuhinya di cek poin," ujar Fahri.

Sebelumnya PSBB Jakarta tahap pertama telah berakhir pada 23 April lalu dengan jumlah pelanggar sebanyak 32.300 kendaraan.

Di tahap kedua ini, PSBB di Ibu Kota akan terus berlangsung hingga 22 Mei 2020 nanti.

McDonalds Sarinah Resmi Tutup, Momen Perpisahan yang Sedot Animo Massa Jadi Sorotan

Lihat videonya mulai dari menit ke-4.16:

(TribunWow.com/Anung)

Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "Mayoritas Pelanggar PSBB DKI Tidak Gunakan Masker dan Sarung Tangan"

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Virus CoronaPSBBJakartaMoeldoko
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved