Virus Corona
Mahfud MD: Kita Repot dan Kewalahan Menghadapi Covid-19
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD buka suara terkait upaya pemerintah dalam memerangi Virus Corona.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD buka suara terkait upaya pemerintah dalam memerangi Virus Corona.
Meski kewalahan dan repot seperti negara-negara lain, pemerintah dipastikan tidak main-main dalam menangani Covid-19.
"Sama dengan negara-negara lain, kita repot dan kewalahan menghadapi Covid-19. Tapi kita tak mengabaikan atau main-main," kata Mahfud MD kepada Tribunnews.com, Minggu (10/5/2020).
• Warga Berkerumun saat Penutupan McDonalds Sarinah, Satpol PP: Seharusnya Enggak Perlu Seremoni
Mahfud menegaskan bahwa hanya 5 hari setelah Wuhan dinyatakan lockdown, tepatnya tanggal 28 Januari 2020, Indonesia menyatakan menutup penerbangan RRT-Indonesia atau sebaliknya.
Setelah itu tanggal 2 Februari 2020 Indonesia menjemput 347 WNI yang ada di Wuhan dan mengkarantina mereka di Natuna.
Tanggal 6 Februari 2020 Pemerintah mengumumkan pembangunan rumah sakit khusus corona di Pulau Galang, Kepri.
Itu semua, kata Mahfud, dilakukan oleh Pemerintah jauh hari sebelum kasus corona pertama ditemukan di Indonesia yakni tanggal 2 Maret 2020.
"Sejak awal kita memang menyerukan masyarakat tidak perlu panik sebab kepanikan justru melemahkan imunitas publik," tambahnya.
Mahfud juga menegaskan bahwa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tetap harus ditegakkan dengan protokol kesehatan yang ketat.
"Pakailah masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak, jangan berkerumun, jangan mudik, itu semua mutlak harus ditegakkan bersama," tandasnya.
Mantan Ketua MK yang merupakan orang sipil pertama yang jadi Menko Polhukam itu mengatakan, bahwa selain protokol kesehatan yang harus ketat dalam perang melawan Covid-19, juga harus dilakukan dengan jaminan kondusivitas ekonomi dan sosial.
Update Virus Corona di Indonesia
Berikut lima wilayah dengan penambahan kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.
Berdasarkan data per Minggu (10/5/2020) yang dihimpun dari laman covid19.go.id, DKI Jakarta menjadi wilayah terbanyak dalam penambahan jumlah kasus.
Di DKI Jakarta, per Minggu (10/5/2020) diketahui ada 134 penambahan kasus Covid-19 terbaru.