Breaking News:

Virus Corona

Kadishub Pastikan Hanya Terminal Pulo Gebang yang Layani AKAP dan Bus Berstiker yang Boleh Jalan

Terminal Bus Pulo Gebang dipastikan akan menjadi satu-satunya terminal yang melayani perjalanan antar kota antar provinsi untuk keberangkatan Jakarta.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
Youtube/KompasTV
Kadishub Pastikan hanya Terminal Pulo Gebang yang Layani AKAP untuk keberangkatan Jakarta dan Bus Berstiker yang Boleh Melintas 

"Untuk pengawasannya jadi kita mudah di lapangan, kalau bus sudah ada stikernya boleh jalan, biarpun berapa penumpangnya itu tetap harus jalan," sambungnya.

"Dan nanti di dalamnya tentunya kita cek sama sopirnya isinya berapa dan manifest-nya sudah ada di sana," pungkasnya.

Aturan yang Wajib Anda Ikuti jika Mau Mudik Lokal di Kawasan Jabodetabek saat Lebaran 2020

Simak videonya:

Alasan Transportasi Umum Jalan Lagi

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menjelaskan alasan transportasi publik kembali beroperasi.

Sebelumnya diketahui, alat transportasi dilarang beroperasi menyusul larangan mudik untuk mencegah penyebaran Virus Corona antar daerah.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kemudian mengumumkan transportasi publik dapat beroperasi kembali mulai 7 Mei 2020.

Presiden Joko Widodo: Tidak Mudik adalah Cara Paling Bijaksana untuk Lindungi Keluarga di Kampung

Kebijakan tersebut menuai sorotan masyarakat karena dinilai bertentangan dengan imbauan sebelumnya.

Dikutip TribunWow.com, Achmad Yurianto meluruskan alasan moda transportasi kembali diizinkan beroperasi.

"Dengan adanya izin dari pemerintah untuk pelaku perjalanan yang tujuannya mengendalikan percepatan Covid," jelas Achmad Yurianto, dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (9/5/2020).

Achmad Yurianto menegaskan pengadaan penerbangan bukan untuk mendukung masyarakat mudik.

"Kita tidak berbicara mudik, tetapi berbicara kecepatan pengendalian Covid-19," tegas Yurianto.

Ia kemudian menjelaskan alasan penerbangan kembali diadakan.

"Kenapa itu perlu dilakukan? Yang pertama kita harus mengirimkan beberapa tenaga ahli ke daerah," papar Yurianto.

"Sebagai contoh ada tenaga-tenaga dokter spesialis dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Jogja, yang harus kita kirim ke luar Jawa," lanjut dia.

Halaman 2/3
Tags:
Virus CoronaCovid-19Dinas Perhubungan DKI JakartaPulo Gebang
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved