Virus Corona
Achmad Yurianto Mengaku Pihaknya Tak Dilibatkan dalam Kajian Pembukaan Fasilitas Publik
Jubir pemerintah untuk penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menyebut pihaknya tak dilibatkan dalam kajian pembukaan sejumlah fasilitas publik.
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona Achmad Yurianto angkat bicara pada Sabtu (9/5/2020) terkait dengan kajian yang dilontarkan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian.
Dalam kajian itu disebutkan bahwa pemerintah bakal membuka kembali sejumlah fasilitas publik untuk memulihkan ekonomi masyarakat.
Dikutip dari Kompas.com, Yurianto mengaku pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona tak dilibatkan dalam pembuatan kajian tersebut.
• Jokowi Targetkan Corona Turun Mei, Effendi Gazali Duga Gara-gara Presiden Dengar Prediksi Singapura
• Kasus Corona Meninggal Kembali Naik, Jubir Achmad Yurianto: Kita Tak Dihadapkan pada Pilihan Lain
Sehingga ia tak mau berkomentar banyak soal kajian itu.
"Orang Kemenko juga enggak bikin rencananya sama kita kok (Gugus Tugas)," kata Yurianto.
Bukan cuma itu, Yurianto juga berujar, kajian dari Kemenko Perekonomian itu belum dibicarakan antar-kementerian dan lembaga.
Oleh karena itu ia menilai, kajian tersebut baru sebatas pendapat satu kementerian saja, dan belum menjadi rencana.
"Itu masih pendapat kan itu. Itu masih pendapat, bukan rencana," ucapnya.
Diketahui, foto skenario pemulihan ekonomi Indonesia beredar luas dan diperbincangkan di jagat maya.
• Bukan untuk Mudik, Achmad Yurianto Ungkap Alasan Transportasi Umum Jalan Lagi, Termasuk Angkut Nakes
• Beda Sikap Mahfud MD dan Achmad Yurianto soal Wacana Pelonggaran PSBB di Tengah Pandemi Virus Corona
Foto tersebut menunjukkan timeline beroperasinya kembali berbagai sektor.
Kementerian Koordinator Perekonomian menyampaikan, foto yang beredar luas tersebut merupakan bagian dari kajian awal pemerintah dalam menentukan kebijakan pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19.
"Yang beredar di masyarakat tersebut merupakan kajian awal Kemenko Perekonomian, yang selama ini secara intens melakukan kajian dan kebijakan pemerintah menjelang, selama, dan pasca-pandemi Covid-19," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (7/5/2020).
Berikut isi kajian awal Kemenko Perekonomian tersebut:
1. Fase pertama, yang dilakukan pada 1 Juni 2020 ialah membuka kembali operasional industri dan jasa bisnis ke bisnis (B2B), dengan tetap menerapkan social distancing.
2. Fase kedua yakni pada 8 Juni 2020, toko, pasar, dan mal diperbolehkan beroperasi kembali.
3. Fase ketiga, 15 Juni 2020, tempat-tempat kebudayaan dan sekolah mulai dibuka kembali dengan tetap menerapkan social distancing dan beberapa penyesuaian.
4. Fase keempat, 6 Juli 2020, difokuskan pada evaluasi terhadap pembukaan berbagai fasilitas, seperti restoran hingga tempat ibadah.
5. Fase kelima, 20 Juli dan 27 Juli 2020, evaluasi fase keempat dan pada akhir Juli atau awal Agustus 2020 diharapkan seluruh kegiatan ekonomi sudah dapat beroperasi dengan normal. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jubir: Gugus Tugas Covid-19 Tak Dilibatkan Bikin Kajian Buka Mal hingga Sekolah