Virus Corona

Sri Mulyani Sebut Pemprov DKI Tak Punya Anggaran untuk Bansos, Anies Baswedan Angkat Bicara

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya sudah meberikan bantuan sosial kepada warga sebelum PSBB diberlakukan.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tanggapi pernyataan Menkeu Sri Mulyani terkait bantuan sosial (bansos). 

TRIBUNWOW.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi terkait dengan pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang menyebut pihaknya tak mampu memberikan bantuan sosial (bansos) kepada warga.

Menurut Anies, bantuan tersebut diberikan pada saat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum dilaksanakan.

Hal itu ia sampaikan dalam keterangan tertulis pada Kamis (7/5/2020) seperti dikutip dari TribunJakarta.com.

Tenaga Kesehatan Gugur, Pemprov DKI Jakarta Jamin Biaya Pendidikan Anak, Anies: Sampai Lulus Kuliah

Kritik Wacana Relaksasi PSBB, Mardani Ali Ungkit Usulan Anies Baswedan: Ini Blunder Berikutnya

"Kami sudah menerapkan pembatasan itu sebelumnya dan rakyat akan kesulitan pangan jika belum ada bansos pangan sejak PSBB diberlakukan," kata Anies, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan melalui PPID.

"Kami Pemprov DKI Jakarta telah membagikan bansos terlebih dulu untuk mengisi kekosongan itu," lanjutnya.

Seruan Anies untuk bekerja di rumah sejak 16 Maret dan PSBB dilaksanakan mulai 10 April 2020.

Sebelumnya, beberapa pembatasan juga telah diterapkan di DKI Jakarta guna menekan penyebaran Covid-19.

Hal tersebut yang membuat perekonomian di Jakarta menurun.

"Inisiatif distribusi sembako diambil untuk memastikan bisa terpenuhinya kebutuhuan pokok pangan (sembako) warga miskin " jelas Anies.

"Hal ini harus dilakukan karena di satu sisi, PSPB berlaku sejak 10 April, dan warga miskin/rentan miskin adalah kelompok masyarakat yang paling terdampak atas situasi ini," lanjutnya.

Sri Mulyani Ungkap Anies Baswedan Tak Punya Anggaran untuk Salurkan Bansos bagi 1,1 Juta Warga DKI

Berikan Dukungannya untuk Pelatihan Kartu Prakerja, Sri Mulyani: Ini Program Bagus, Program Baru

Di sisi lain, lanjutnya, pemerintah pusat baru mendistribusikan bansos pada 20 April 2020 kepada warga miskin dan rentan miskin yang terdampak Covid-19.

Anies mengatakan, Pemprov DKI Jakarta memberikan bantuan pangan itu untuk menghindari munculnya kekurangan pangan.

"Sebab itu Pemprov DKI berinisiatif membagikan sembako dengan sesegera mungkin, yakni sehari sebelum dimulainya PSBB," tambahnya.

Saat ini, kata Anies, Pemprov DKI Jakarta sedang proses pendataan untuk distribusi bansos tahap kedua.

Anies menyebut, pendataan itu dengan mendapatkan usulan dan masukan unsur RT/RW.

Pemprov DKI Jakarta juga mendukung proses distribusi bansos dari Kemensos melalui tim Dinas Sosial dan Suku Dinas Sosial, di masing-masing wilayah DKI Jakarta.

Terkait kesediaan anggaran pelaksanaan bansos, Anies menyatakan telah menyediakan anggaran dalam bentuk Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 5,032 Triliun.

Hal tersebut dilakukan sebagai rangka penanganan Covid -19 yang dapat digunakan sewaktu-waktu.

"Jika dibutuhkan jumlahnya dapat juga ditambahkan," Anies menambahkan.

"Anggaran tersebut dialokasikan untuk penanganan 3 sektor, yakni penanganan kesehatan, dampak ekonomi, dan penanganan jaring pengaman sosial, termasuk Bansos," tutup Anies. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Sri Mulyani Sebut Anies Baswedan Tak Sanggup Berikan Bansos, Gubernur DKI: Kita Berikan Sebelum PSBB

Ikuti kami di
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: Tribun Jakarta
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved